Gangguan Listrik Melanda Jakarta, PLN Minta Maaf

El John News, Jakarta-PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan listrik yang terjadi secara serentak di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis pagi. Peristiwa ini sempat mengganggu aktivitas warga, perkantoran, hingga fasilitas umum.
Gangguan tersebut dipicu oleh masalah pada suplai listrik yang berdampak ke sejumlah kawasan, di antaranya Utan Kayu, Thamrin, Bendungan Hilir, Kuningan, Jagakarsa, dan Tebet.
Senior Manajer Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan pada sistem pasokan listrik. “Kejadian ini disebabkan adanya gangguan suplai listrik,” ujarnya.
PLN bergerak cepat melakukan pemulihan sejak gangguan terdeteksi sekitar pukul 10.25 WIB. Proses penormalan dilakukan secara bertahap, baik melalui sistem kontrol maupun penanganan langsung di lapangan.
Haris menyebut sebagian besar pelanggan telah kembali menikmati listrik pada siang hari. “Sebagian besar pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik pada pukul 12.23 WIB, sedangkan sekitar lima persen lainnya berhasil dipulihkan pada pukul 15.05 WIB,” jelasnya.
Pada Kamis sore, PLN memastikan sistem kelistrikan di wilayah terdampak telah kembali normal sepenuhnya. Seluruh fasilitas, mulai dari rumah warga, perkantoran hingga lampu lalu lintas, kembali berfungsi.
Di sisi lain, PLN juga melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti gangguan. “Tim teknis kami saat ini sedang melakukan penanganan intensif untuk memulihkan keseluruhan sistem kelistrikan,” tambah Haris.
Gangguan ini juga memicu respons dari masyarakat di media sosial, yang ramai mempertanyakan penyebab serta durasi pemadaman.
Menanggapi hal tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan. Upaya penguatan jaringan akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dengan normalnya kembali pasokan listrik, aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Jakarta kini telah berjalan seperti biasa.
