Intania Putri Mardiyani Berikan Edukasi Go Green ke Sekolah

0
WhatsApp Image 2023-05-16 at 15.18.32

Tidak lama dipilih menjadi runner up keempat sekaligus Putri Bumi Indonesia Energi Hijau 2023, Intania Putri Mardiyani, langsung tancap gas menjalankan program yang digagasnya. Pada Selasa (16/05/2023), gadis yang akrab disapa Tane ini, berkunjung ke sekolah SMK Global 21 Yayasan Bangun untuk memberikan edukasi mengenai Intelektualisasi Go Green dalam Menunjang Integritas Menuju Bonus Demografi (INGRITASI).

Program yang dijalankan Tane ini, bertujuan untuk menciptakan anak muda sebagai game changer yang dapat kolaboratif dan peka terhadap kondisi lingkungan khususnya di Jakarta Utara, sehingga timbul kesadaran untuk bersinergi.

“Aku meningkatkan intelektual dalam integritas kemampuan peserta didik ya, menurut aku pribadi penting banget di wilayah usia mereka sekarang, apalagi Gen Z karena generasi tersebut gampang banget kecernak daripada media sosial, apalagi udah masuknya era disrupsi. Penting banget untuk mereka tahu go green karena mereka cuma tahu kayak pemanasan global, terus efek rumah kaca, tapi mereka nggak tahu nih dampak dari itu semua bisa berakibat apa dan bagaimana solusinya,” jelas Tane.

Untuk sasarannya, Tane sengaja menargetkan anak-anak sekolah di mana perlu mendapatkan edukasi mengenai lingkungan sejak dini. Oleh karena itu, Tane memberikan edukasi kepada murid-murid kelas 4, 5, 6 SD, lalu kelas 1, 2, 3 SMP, dan kelas 2 dan 3 SMK.

“Aku milih datang ke sekolah karena biasanya di sekolah itu banyak banget jajanan kantin yang pakai plastik, tapi ternyata di yayasan tersebut sudah nggak pakai plastik. Jadi sekarang sudah pakai tumblr sama di kantin udah pakai piring, jadi nggak pakai sterofom. Ini udah jarang banget pakai plastik karena kalau pakai plastik di denda,” ucap putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia ini.

Tane juga menjelaskan, dengan adanya program ini juga bisa membantu anak-anak muda mengembangkan potensinya dalam melestarikan lingkungan, salah satunya adalah bercocok tanam.

“Di pekarangan mereka tuh mereka menanam papaya, cabai, sebenarnya mereka melakukan hal kecil tersebut untuk kesehatan bumi, cuma mereka nggak tahu dampak positifnya apa karena mereka senang aja menanam tanaman pangan di sekolah itu, terus dampaknya juga mereka bisa ambil sendiri hasilnya. Aku juga jelasin dari materi bapak Ampung bahwa berapa inci dari tanaman, ternyata menyumbang 30% oksigen,” ujar Tane.

Dengan menjalankan programnya, Tane berharap bisa melestarikan lingkungan khususnya di daerah Jakarta Utara, agar masyarakat lebih sadar bahwa alam perlu dijaga dengan baik.

“Sebelumnya aku pernah kampanye di Bojonegoro, Blitar, dan Surabaya, dan ini bakal aku lanjutin di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi tanggal 6 Juni untuk melakukan penanaman mangrove,” kata Tane.

Edukasi yang dilakukan Tane di sekolah, juga didukung oleh ketua Yayasan Bangun, Roberto Bangun, di mana sekolah sebagai sarana dan dan prasarana edukatif dalam menunjang kegiatan go green dengan menanam pohon di area sekolah.

“Pendidikan harus dilakukan secara bertahap melalui peranan penting advokasi dari generasi ke generasi,” ucap Roberto.

Yayasan Bangun merupakan sekolah swasta yang ingin mencerdaskan anak-anak kurang mampu dan masih diisi dengan perkarangan hijau, seperti tumbuhan pangan yang bisa dipetik langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *