Mindset Pemenang Tanpa Trofi, Pesan Shin Xiao untuk Finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026
Dewan juri kehormatan Shin Xiao foto bersama dengan para finalis Mermaid & Merman Indonesia 2026 (Foto: El John Meda/Sigit)
El John News, Jakarta-Ajang Mermaid & Merman Indonesia 2026 tidak hanya menonjolkan keindahan visual dan kemampuan teknik di dalam air, tetapi juga membangun karakter serta pola pikir para finalis. Hal ini disampaikan oleh Shin Xiao, dewan juri kehormatan sekaligus profesional penyelam asal Australia, dalam sesi pembekalan yang menyoroti pentingnya mindset winner di Balai Kartini Jakarta, Sabtu (25/4/2026)
Dalam paparannya, Shin Xiao membuka dengan penekanan bahwa setiap finalis sejatinya sudah menjadi pemenang sejak awal mengikuti kompetisi. Menurutnya, kemenangan tidak selalu identik dengan trofi atau gelar juara.
“Dasarnya kalian yang di sini adalah pemenang. Jadi kalau saya boleh bercerita sedikit tentang mindset kemenangan, kemenangan itu bukan berarti kita harus dapat trofi baru menang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam kehidupan, kemenangan sering kali hadir dalam bentuk yang tidak kasatmata. Bahkan, pengalaman kalah pun bisa menjadi bagian dari kemenangan itu sendiri.
“In life, kemenangan itu tidak selalu dapat trofi. Kemenangan itu mungkin adalah being a loser, but still winning the battle. Belum tentu kita kalah itu adalah kalah,” kata COO El John Indonesia ini.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perjalanan hidup yang terus dijalani setiap hari juga merupakan bentuk kemenangan. Perspektif ini, menurutnya, penting dimiliki oleh para finalis agar tidak terjebak pada hasil akhir semata.
Lebih lanjut Shin , memberikan apresiasi terhadap antusiasme para finalis yang mengikuti ajang ini. Menurutnya, meskipun sebagian besar peserta baru pertama kali terjun ke dunia pageantry, semangat belajar yang mereka tunjukkan menjadi nilai penting dalam proses penilaian.
Ia mengakui bahwa banyak finalis masih belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika dunia pageant yang menuntut kesiapan mental, fisik, dan karakter. Namun, hal tersebut dinilai wajar mengingat ini merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar peserta.
“Untuk finalis sendiri, karena ini sepertinya adalah yang pertama mereka lakukan dengan pageantry, jadi bagi saya mungkin banyak yang belum siap dengan hal-hal seperti itu,” jelasnya.

Meski demikian, Shin Xiao melihat adanya kemauan kuat dari para finalis untuk belajar dan berkembang selama mengikuti kompetisi. Sikap terbuka terhadap pembelajaran menjadi indikator penting bahwa mereka memiliki potensi untuk tumbuh lebih jauh.
“Tetapi mereka di sini itu mau belajar dan mau menerima pembelajaran dari pageantry. Jadi saya kira mereka sudah mempunyai attitude dan character, saya mau belajar. Itu saja yang penting dulu,” katanya.
