Kunjungan Perdana ke Tanzania, Presiden Jokowi Ajak Presiden Samia Perkuat Solidaritas

0
presidenri.go.id-22082023204702-64e4bc561754d3.81901327-1280x853

Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke kawasan Afrika dilanjutkan dengan mengunjungi Dar Es Salaam, Republik Persatuan Tanzania. Kunjungan ini menjadi kunjungan pertama Presiden Indonesia ke Tanzania dalam 30 tahun terakhir setelah kunjungan Presiden Soeharto di tahun 1991.

Kehadiran Presiden Jokowi di Tanzania disambut secara kenegaraan oleh Presiden Samia Suluhu Hassan di Dar Es Salaam State House, pada Selasa, (22/08/2023).

Cuaca cerah tepi pantai mengiringi upacara penyambutan kenegaraan. Tiba sekira pukul 10.00 waktu setempat (WS) atau 14.00 WIB, Presiden Jokowi disambut secara langsung oleh Presiden Samia di halaman depan Dar Es Salaam State House.

Kedua pemimpin negara kemudian mengikuti jalannya upacara penyambutan dengan iringan lagu kebangsaan masing-masing negara serta 21 dentuman meriam kehormatan. Setelahnya, Presiden Jokowi dipersilakan oleh Presiden Samia untuk melakukan inspeksi pasukan.

Setelah upacara selesai, kedua pemimpin negara tampak memperkenalkan delegasi masing-masing kemudian dilanjutkan berjalan menuju Gedung Kikwete Hall, Dar Es Salaam State House untuk menandatangani buku tamu. Sepanjang jalan menuju lokasi penandatanganan buku tamu, Presiden Jokowi bersama Presiden Samia diiringi oleh tarian tradisional Tanzania.

Kemudian, Presiden Jokowi dan Presiden Samia melaksanakan pertemuan tatap muka atau téte-a-téte untuk selanjutnya bergabung bersama delegasi masing-masing negara untuk melaksanakan pertemuan bilateral.

“Presiden Hassan terima kasih atas penerimaan yang hangat kepada saya dan delegasi, ini adalah kunjungan pertama saya ke Tanzania,” ungkap Presiden Jokowi kepada Presiden Samia dalam pertemuannya.

Kepala Negara menilai bahwa Afrika dan Indonesia memiliki hubungan kuat yang telah terbangun sejak lama. “Kita bersyukur memiliki akar hubungan yang kuat. Sejak KAA di Bandung tahun 1955 serta Gerakan Non-Blok tahun 1961,” tandasnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak Presiden Samia untuk terus memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarnegara berkembang melalui semangat yang pernah dimiliki dalam momentum bersejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok.

“Spirit ‘Bandung’ harus terus dipertebal solidaritas dan kolaborasi antarnegara the global south harus terus diperkokoh,” ajak Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebut bahwa negara-negara selatan global mencapai 85 persen populasi dunia. Oleh karenanya, Presiden menilai bahwa sudah seharusnya suara dan kepentingan negara-negara selatan global harus didengar oleh seluruh dunia.

“Global South berisikan 85 persen populasi dunia, sehingga seharusnya dunia mendengarkan suara dan kepentingan negara the global south termasuk hak lakukan lompatan pembangunan,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk Republik Persatuan Tanzania Tri Yogo Jatmiko. (Sumber BPMI Setpres)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *