Peringati Harlah Nabi Kongzi ke-2574, Kemenag Apresiasi MATAKIN Atas Kontribusi Jaga Kerukunan

0
IMG_9817

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki memberikan apresiasi kepada Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) atas kontribusinya memperkuat  harmoni antar umat beragama dan kerukunan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat menyampaikan membacakan sambutan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam acara peringatan  Hari Lahir Nabi Kongzi (Zhi Sheng Dan) ke-2574  di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/10/2023).

Peringatan  Hari Lahir Nabi Kongzi diselenggarakan oleh MATAKIN bekerjasama dengan Pusat Bimbingan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama. Acara ini juga untuk memperingati Satu Abad perjalanan MATAKIN.

Saiful menyampaikan MATAKIN, yang mewakili umat Konghucu di Indonesia, telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan agama yang bertujuan untuk memperkokoh kerukunan di antara warga negara Indonesia. MATAKIN  juga telah berpartisipasi dalam program pendidikan agama yang mengedepankan etika dan nilai-nilai moral yang sejalan dengan ajaran Kongzi.

“Hadirnya MATAKIN dalam upaya-upaya yang telah dilakukan untuk Membina dan mewadahi umat Khonghucu hal ini pun tentunya tidak terlepas dari terjadinya hubungan baik matakin dengan pemerintah khususnya Kementerian Agama bersama tokoh-tokoh Khonghucu dan para stakeholder lainnya sinergitas yang telah terbangun ini hendaknya terus dikembangkan dalam upaya bersama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi dan sosial bangsa Indonesia,” kata Saiful.

Saiful mengajak umat Khonghucu untuk menjadikan Hari Lahir Nabi Kongzi sebagai momentum untuk mengamalkan sikap dan  nilai-nilai yang diajarkan  oleh Sang Nabi semasa hidupnya.    Nabi Kongzi yang selalu menekankan pentingnya sikap sederhana, rendah hati dan suka menolong untuk kebenaran dan memahami perbedaan, merupakan nilai-nilai yang sangat relevan dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam agama dan budaya.

“Mari kita bersama memahami perjalanan hidup para nabi sekaligus belajar dari kebaikan dan rasa kemanusiaan dari setiap ajaran agama. Para nabi telah memberikan praktik terbaik dalam membangun Harmoni dan kerukunan masyarakat di tengah keberagaman seperti umat islam hidup rukun berdampingan dengan kaum Yahudi dan Nasrani diterapkan oleh sebuah piagam Madinah di zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” ujar Saiful.

Ketua Matakin, Budi Santoso Tanuwibowo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia dan  yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kehadiran pemerintah dalam acara keagamaan Khonghucu membuktikan bahwa agama Konghucu menjadi agama yang diakui keberadaannya.

“Terima kasih untuk Kementerian Agama atas dukungannya sehingga acara ini bisa digelar secara nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Budi menyampaikan harapannya agar kedepannya Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi dapat  dijadikan hari besar nasional, seperti hari besar agama lain.

“Kami juga berharap agar ke depan seperti halnya Maulid Nabi,  Natal dan Hari Suci Waisak, Harlah Nabi Kongzi Juga  bisa dijadikan Hari Nasional, itu harapan kami,” kata Budi.

 “Memperingati hari besar atau hari kelahiran Seorang Nabi,  mau tidak mau kita bukan sekedar merayakannya tapi dipaksa dalam “untuk menghayati dan melaksanakan apa yang menjadi poinnya poin-poin penting dari ajarannya,” tambahnya.

Peringatan Hari Lahir Nabi Kongzi (Zhi Sheng Dan) ke-2574, diisi dengan Dialog Kebangsaan bertajuk “Pesan dan Suara Kenabian untuk Bangsa”.

Dialog Kebangsaan ini menghadirkan narasumber dari ketua umum/pimpinan Majelis-majelis Agama seperti Pdt. Gomar Gultom, M.Th. (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Romo Paulus Christian Siswantoko (Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia /KWI), Mayjen TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum PHDI/Parisadha Hindu Dharma Indonesia) dan Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa/MLKI) Engkus Ruswana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *