Kunker ke IKN, Presiden Tinjau Pembangunan Hotel Nusantara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan peninjauan ke sejumlah proyek yang sedang dibangun di Ibu Kota Nusantara Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur , salah satunya pembangunan Hotel Nusantara, pada Rabu (20/12/2023).
Dalam peninjuannya Presiden melihat area yang sudah terbangun, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, serta Kurator Pembangunan IKN Ridwan Kamil.
Kedatangan Presiden membuat sejumlah pekerja dengan gawai masing-masing turut mengabadikan kehadiran pemimpin negara itu.
Presiden mengapresiasi progress pembangunan hotel yang telah mencapai 34 persen. Progres yang cepat membuat Presiden optimis Hotel Nusantara dapat beroperasi pada Agustus 2024.
“Kalau melihat seperti ini akan selesai kira-kira sebelum Agustus (2024),” ucap Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media usai peninjauan.
Hotel Nusantara diinisiasi pembangunannya oleh PT Agung Sedayu Group, perusahaan properti milik Sugianto Kusuma alias Aguan. Pembangunan yang menelan Rp40 triliun itu, juga didukung oleh Perusahaan kakap yang masuk dalam konsorsium Nusantara.
Mereka adalah Salim Grup milik Anthony Salim, Sinarmas milik Franky Wijaya, Pulauintan milik Pui Sudarto dan Djarum milik Budi Hartono. Selanjutnya, ada Wings Group milik Wiliam Katuari, Adaro milik TP Rahmat/Boy Tohir, Barito Pacific milik Prajogo Pangestu, Mulia Group milik Eka Tjandranegara, hingga Astra Group milik Soeryadjaya.
Hotel yang mulai dibangun pada 21 September 2023 ini, memiliki luas luas 20.164 meter persegi dengan tinggi bangunan mencapai 43,10 meter. Bangunan yang terdiri dari sembilan lantai itu memiliki jumlah kamar 191 unit, yang terbagi enam tipe kamar.
Masing-masing tipe kamar adalah Premier Twin 61 unit, Premier King 102 unit, Junior Suite 14 unit, Executive Suite 12 unit, Disable Room 1 unit, dan President Suite 1 unit.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengatakan bahwa pembangunan sejumlah proyek yang ada di IKN pada saat ini menunjukkan semakin bertambahnya minat investor untuk berinvestasi di sana. Oleh karenanya, Presiden menyampaikan bahwa progres pembangunan setiap infrastruktur yang telah dilakukan groundbreaking harus terus di cek perkembangannya setiap bulan.
“Ini yang saya bilang setelah yang satu masuk, yang lain pasti berbondong-bondong, yang lain berbondong-bondong yang dibelakangnya akan berbondong-bondong lagi, dengan ini yg berbeda-beda ada hotel, ada mal, ada sport center, ada rumah sakit, tapi memang progres setiap bulan harus dicek—dilihat,” tuturnya.
