Rayakan HUT ke-53, ASITA Siap Jadikan Pariwisata Sebagai Sumber Devisa Utama
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menggelar perayaan HUT ke-53 yang dikemas dalam acara jamuan makan siang bersama di Shabu Ghin Restaurant, Jalan Wolter Monginsidi No. 53 Petogogan, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan pada Selasa siang, (09/01/2024).
Acara ini turut dihadiri, perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas Parekraf DKI Jakarta, sejumlah asosiasi pariwisata, maskapai penerbangan dan mitra ASITA, seperti Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Dwi Marhen Yono S.STP, M.Si, Penasehat Utama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Didien Junaedy dan Ketua Umum GIPI/PHRI Hariyadi Sukamdani
Tak ketinggalan, Putri Wapres RI Ma’ruf Amin yakni Siti Nur Azizah Ma’ruf yang juga sebagai Ketua Umum Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia menyempatkan diri untuk hadir.

Dari ASITA, pengurus yang hadir baik ditingkat pusat maupun daerah, di antaranya Ketua Umum ASITA Dr. N. Rusmiati, M.Si dan Sekjen ASITA Nofel Saleh Hilabi, S.H dan Ketua DPD ASITA Provinsi DKI Jakarta Rocky W Praputranto.
Perayaan HUT ke-53 ditandai dengan tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua Umum dan Sekjen ASITA. Kali ini, perayaan HUT mengangkat tema “Revival Tourism of Indonesia”. Tema tersebut diyakini ASITA dapat menjadi momentum membangun ASITA yang kokoh dan berkelanjutan.
Rusmiati mengucapkan terima kasih kepada asosiasi pariwisata maupun asosiasi lain yang mendukung perjalanan ASITA dari mulai berdiri hingga saat ini. Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan Rusmiati kepada pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf, yang terus menjalin kolaborasi dengan ASITA demi kemajuan pariwisata Indonesia.

Rusmiati mengungkapkan, kekokohan ASITA juga tak lepas dari peran founder yang telah bekerja keras membangun dan membesarkan organisasi yang menaungi 7000 biro perjalanan wisata tanah air ini.
“Di usia yang sudah ke 53 tahun ini berarti ASITA sudah mapan, saya hanya sebagai penerus. Kebesaran ASITA diperoleh dari para founder. Intinya, saya sebagai Ketua Umum berharap ASITA semakin jaya dan kebesaran itu akan selalu ada,” kata Rusmiati saat diwawancarai EL JOHN Media.
Rusmiati mengatakan ASITA siap untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber devisa utama. Menurutnya pariwisata berpeluang besar menjadi penyumbang pertama untuk devisa negara.

“Kita harus yakin dapat menjadikan pariwisata sebagai Devisa nomor satu, kalau sekarang berada di nomor dua. Dan bukan saya berpolitik, tapi saya berharap untuk Presiden terpilih nanti dapat fokus di sektor pariwisata, sehingga dapat bekerja bersama ASITA dan Asosiasi Pariwisata lain untuk menjadikan pariwisata sebagai devisa nomor satu,” ujar Rusmiati.
Ketua Umum Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia Siti Nur Azizah Ma’ruf mengucapkan selamat ulang tahun ke-53 kepada ASITA. Siti Nur Azizah merasa bangga, Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia dapat berkolaborasi dengan ASITA, bahkan hingga saat ini kolaborasi untuk memajukan sektor pariwisata masih terus terjalin erat.

Menurut Siti Nur Azizah, potensi yang dapat dikolaborasi kedepannya adalah memperkuat pariwisata halal yang menyangkut di semua lini.
“Saya kira sangat potensial untuk berkolaborasi di bidang pariwisata halal, yang tidak hanya dalam hal tiket, kemudian visa, tetapi juga saya kira hal-hal lain seperti minuman, makanan kemudian ekonomi kreatif yang beriringan engan bidang-bidang yang menjadi fokus dari Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia,” terang Siti Nur Azizah.

“Tentu Kami ingin ASITA terus maju, jaya dan juga mampu mendorong ya program-program yang lebih spektakuler dan tentu kedepan bisa mensejahterakan para anggotanya yang begitu banyak dan memperkuat kolaborasi,” tambahnya.
Pada acara perayaan ini, masing-masing perwakilan yang hadir turut mengucapkan selamat ulang tahun, doa dan harapan kepada ASITA.