Pemkab Trenggalek Luncurkan Gerakan Sadar Wisata
Gerakan Sadar Wisata terus dikampanyekan ke semua daerah. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menganggap gerakan ini penting agar objek wisata selalu tampil cantik, bersih dan sehat. Senin kemarin, 15 Mei 2017, Pemkab Trenggalek bersama Kemenpar meluncurkan gerakan sadar wisata, untuk mendukung peningkatan kunjungan di sejumlah obyek wisata andalan di Trenggalek.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Trenggalek, Joko Irianto mengatakan, salah satu implementasi gerakan sadar wisata tersebut adalah terciptanya Sapta Pesona Wisata yang meliputi, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
“Dalam sapta pesona itu salah satunya adalah kebersihan, tadi sudah dilakukan gerakan bersih-bersih Pantai Prigi yang melibatkan masyarakat, pelaku wisata maupun instansi terkait,” kata Joko Irianto.
Kawasan wisata di Trenggalek yang cukup luas rentan akan sampah dan kotoran . Apalagi ditambah kurangnya tenaga kebersihan, yang tidak optimal dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, diperlukan gerakan massal yang dapat membersihan kawasan wisata Trenggalek dari sampah.
“tidak mungkin, kami bergerak sendirian untuk menata dan menjaga kawasan wisata ini. Partisipasi dari seluruh pihak sangat diperlukan, karena kalau lokasinya bersih, maka kunjungan juga ramai dan pedagang juga untung,” ujarnya.
Joko mengaku belum adanya kesadaran yang tinggi yang dimiliki masyarakat maupun pelaku wisata sangat rendah, terhadapa kebersihan tempat wisata. Sampah yang berserakan di lokasi wisata membuktikan rendahnya kepeduluan masyarakat maupun pelaku wisata, padahal semua lapisan masyarakat termasuk pemerintah dan pelaku wisata lainnya diperlukan kerjasama dalam merawat tempat wisata di Trenggalek.
“Untuk membuang sampah saja masih sembarangan, inilah yang perlu kita ubah, sehingga kedepannya bisa lebih baik. Tujuan utamanya adalah pengunjung memiliki kenangan yang indah atas lokasi yang dikunjungi,” imbuh Joko.
Sementara anggota DPR-RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang hadir dalam peluncuran gerakan sadar wisata mengatakan, pariwisata memiliki peran penting dalam kemajuan daerah, karena selain mengangkat citra positif, kawasan wisata juga bisa menjadi sarana untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya.
“Untuk memajukan sebuah kawasa wisata bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, termasuk melalui pendekatan budaya lokal serta berpegang teguh pada satpa pesona wisata,” ujarnya.
Ibas mengaku, tanpa ada kesadaran masyarakat, mustahil tingkat kunjungan wisata akan meningkat, karena sebagian besar para pelancong atau pengunjung wisata selalu mempertimbangkan aspek, kebersihan, keamanan, keindahan termasuk keramahan orang-orang yang terlibat dalam industri wisata.
“Kalau satpa pesona itu benar-benar dilaksanakan, maka pengunjung pasti akan memiliki kenangan yang indah dan bisa jadi akan balik lagi untuk berwisata,” ujarnya.
