Beri Selamat Prabowo-Gibran di Sidang Bersama, Puan: Potret Pemilu 2024 Harus Jadi Autokritik

0
WhatsApp Image 2024-08-16 at 10.27.18

DPR RI dan DPD RI menggelar Sidang Bersama di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, hari ini, Jumat (16/08/2024). Sidang ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta sejumlah pejabat tinggi dan mantan presiden dan wakil presiden Indonesia.

Ketua DPR RI sekaligus Pimpinan Sidang Bersama, Puan Maharani, membuka pidatonya dengan mengulas pentingnya pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 sebagai momen introspeksi bagi bangsa. “Tahun ini, kita telah melaksanakan agenda nasional yang menentukan arah pemerintahan lima tahun ke depan. Pemilu untuk Presiden, Wakil Presiden, dan anggota legislatif, termasuk DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, adalah momen krusial yang harus kita evaluasi,” ujar Puan.

Sidang Bersama ini turut dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Mantan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, dan Boediono, juga hadir sebagai tamu undangan.

Dalam pidatonya, Puan menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, serta seluruh anggota legislatif yang terpilih untuk periode 2024-2029. “Kita ucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, serta anggota DPR dan DPRD yang baru,” kata Puan.

Puan mengungkapkan bahwa pemilu merupakan pesta demokrasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengamati bahwa meskipun pemilu adalah momen yang dinikmati banyak orang, proses tersebut juga menghadapi tantangan dan harus menjadi bahan evaluasi. “Pelaksanaan Pemilu harus menjadi kritik dan autokritik bagi kita semua. Kita perlu mengevaluasi bagaimana proses tersebut berlangsung dan hasilnya,” lanjutnya.

Menurut Puan, kualitas pemilu tidak hanya terukur dari jumlah partisipasi, tetapi juga dari kebebasan rakyat dalam memilih secara jujur dan adil. “Demokrasi yang berkualitas mencakup kebebasan rakyat dalam memilih tanpa paksaan atau tekanan,” jelasnya.

Menghadapi pemilihan kepala daerah yang akan datang pada November 2024, Puan berharap agar pengalaman dari pemilu 2024 digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan proses demokrasi di masa depan. “Kita harus belajar dari setiap peristiwa dalam pemilu, baik yang positif maupun negatif, dan berkomitmen untuk perbaikan ke depan,” tuturnya.

Sidang Bersama DPR-DPD kali ini juga mengundang Duta Besar dari negara sahabat dan Ketua Umum Partai Politik. Sidang ini menjadi sidang terakhir DPR-DPD periode 2019-2024, dan menandai akhir dari masa tugas mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *