Kuningan Mendeklarasikan Diri Sebagai Kabupaten Angklung
Pemerintah kabupaten Kuningan memperlihatkan komitmennya dalam melestarikan alat musik Angklung. Komitmen itu diperlihatkan dalam Pagelaran Budaya Orkestra 5.000 Angklung di Lapang Pendapa Palamarta Kabupaten Kuningan, Minggu, 21 Mei 2017.
Meski telat satu hari, nuansa Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap tanggal 20 Mei juga masih kental dirasakan saat pegelaran dimulai.
Kegiatan yang membranding alat musik tradisional yang berasal dari bamboo itu diantaranya dihadiri oleh Sekretaris Menteri Pariwisata Ukus Kuswara, Bupati Kuningan Acep Purnama, Wakil Bupati Kuningan, Rektor ITB, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Direktur Saung Ujdo Bandung, Sekretaris Daerah Kabupaten kuningan dan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan,
Selain itu pagelaran Juga dihadiri beberapa sponsor kegiatan tersebut seperti Pimpinan cabang Bank Jabar, Direktur BPJS Ketenagaan Kabupaten Kuningan, Direktur BPR Kuningan, Direktur PDAM Kuningan, Direktur PT POS Indonesia Kuningan, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kuningan,
Pagelaran Budaya Orkestra 5.000 Angklung juga dijadikan momen untuk mendeklarasikan Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung. Deklarasi dilakukan secara simbolis dengan memainkan 5000 angklung Sementara itu acara pertunjukan orkestra angklung dimeriahkan oleh Saung Angklung Udjo, kelompok Angklung SMA se Kuningan dan grup Angklung SMA 1 Majalengka
“Saya bangga dengan gagasan acara ini. Ide yang brilian yang dapat memberikan multi manfaat bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya di Kabupaten Kuningan. Nilai-nilai budaya tersebut merupakan aset yang sangat berharga yang harus ditumbuhkembangkan dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus menggarap potensi Pariwisata Kuningan,” ujar Ukus didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan.
Ukus juga mengapresasi Kuningan yang telah dijadikan sebagai Kabupaten Angklung .“Saya mengapresiasi prakarsa Deklarasi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung. Hal tersebut dapat menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki kabupaten Kuningan,” kata Ukus.
Wawan menambahkan, gelaran Orkestra 5000 Angklung ini menjadi momentum bagi para steakhoder pendidikan akan pentingnya komitmen dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya tradisional serta menjaga keberlangsungan seni tradisi.
“Yang memiliki peran penting untuk terus melestarikan seni dan budaya ini harus melibatkan ribuan guru. Peran guru yang bertugas mentransformasikan ilmu pengetahuan merupakan sosok yang tepat menjadi penggerak tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya tradisional serta menjaga keberlangsungan seni tradisi untuk diwarisi kepada para peserta didik yang ada di kabupaten Kuningan,” beber Wawan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama menjelaskan, kesenian angklung diwariskan oleh para leluhur menjadi sebuah karya seni yang menumental yakni Angklung Diatonis. Sebuah alat musik yang merdu terbuat dari bambu yang sudah mendunia, ternyata cikal bakalnya lahir di kabupaten Kuningan.
“Ialah Daeng Sutigna, yang berhasil menciptakan dan mengembangkan Angklung Diatonis di Kabupaten Kuningan,” kata Acep.
Acep Purnama mengatakan, deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Angklung adalah upaya dalam perwujudan pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia, khususnya pertunjukan dan alat musik angklung.
“Ini upaya mengawal amanah dari UNESCO yang telah menetapkan Angklung sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage of humanity) asli dari Indonesia. Maka pada kesempatan ini kami siap mewujudkan dan mengimplementasikan untuk ikut serta dalam menjaga, memelihara, melestarikan dan meregenerasikan angklung di Kabupaten Kuningan,” ujar Acep.
