ASITA Tegaskan Komitmen untuk Bersihkan Industri Travel Haji dan Umroh dari Praktik Tidak Sehat

0
1000010900_2225a84798

Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Perjalanan Indonesia (ASITA) berkomitmen untuk memfasilitasi dialog yang konstruktif antara asosiasi penyelenggara Haji dan Umroh, pemerintah, dan DPR RI. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperbaiki industri perjalanan ibadah yang belakangan kerap diwarnai dengan praktik-praktik yang tidak sehat dan merugikan jamaah.

Ketua Umum ASITA, Dr. N. Rusmiati, M.Si, MH, mengungkapkan bahwa asosiasinya telah menerima sejumlah laporan yang mengkhawatirkan terkait penyalahgunaan dana oleh beberapa agen perjalanan. Modus yang terungkap mencakup penggunaan dana jamaah untuk kepentingan pribadi, bahkan ada pula skema kerja sama antar travel (B2B) yang merugikan pihak tertentu dan menciptakan ketidakadilan bagi pihak lain.

Menurut Rusmiati, sejumlah agen perjalanan yang diduga terlibat dalam praktik tidak sehat tersebut telah berhasil diidentifikasi. ASITA kini tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap oknum-oknum yang terlibat.

“Tujuan kami sangat jelas, yaitu memastikan bahwa jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan tenang dan tanpa rasa khawatir akan tertipu oleh agen yang tidak bertanggung jawab. ASITA berkomitmen penuh untuk melindungi hak-hak jamaah dan mendukung travel yang beritikad baik,” ungkap Rusmiati dengan tegas.

Selain itu, ASITA juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah DPR RI yang telah membentuk Tim Pengawas Haji untuk memastikan pelaksanaan ibadah Haji 2025 berjalan dengan lancar dan bebas dari praktik-praktik yang tidak diinginkan. ASITA berencana untuk segera berdiskusi lebih lanjut dengan tim tersebut untuk menyusun langkah-langkah konkret yang akan meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini.

Pihak ASITA juga mengimbau kepada masyarakat serta travel yang merasa dirugikan agar tidak ragu untuk melapor dan ikut berperan aktif dalam memberantas praktik yang merugikan ini.

“Kami mengajak semua pihak, baik jamaah maupun agen perjalanan yang merasa dirugikan, untuk bersama-sama memerangi praktik-praktik tidak sehat ini demi terciptanya sistem yang lebih aman, transparan, dan terpercaya dalam industri perjalanan ibadah,” tegas Rusmiati.

Selain itu, ASITA menyarankan agar jamaah yang merencanakan perjalanan ibadah Haji atau Umroh untuk selalu memilih agen perjalanan yang terdaftar dan memiliki izin resmi. Dengan langkah ini, diharapkan ke depan industri perjalanan ibadah bisa berjalan lebih transparan dan memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *