BRIN Buka Pintu Kolaborasi Riset Laut, OceanX Apresiasi Dukungan Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi riset global, kali ini melalui sektor kelautan dan oceanografi. Dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (21/5/2025), Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menerima audiensi dari organisasi eksplorasi laut global OceanX, membahas potensi penguatan kerja sama riset maritim lewat ekspedisi bersama.
OceanX sendiri dikenal sebagai organisasi nirlaba yang menggabungkan teknologi laut mutakhir, riset ilmiah, dan media edukatif untuk menjelajahi serta mendokumentasikan keajaiban samudra dunia. Kolaborasi antara BRIN dan OceanX ini diharapkan menjadi pijakan strategis untuk mendalami kekayaan biodiversitas dan dinamika laut Indonesia yang selama ini masih belum sepenuhnya tergali.
Dalam sambutannya, Kepala BRIN menyampaikan kesiapan penuh lembaganya untuk mendukung kolaborasi dalam bentuk ekspedisi laut, baik menggunakan kapal riset milik BRIN maupun kendaraan riset milik mitra internasional seperti OceanX. Ia menegaskan bahwa BRIN memiliki sumber daya manusia berpengalaman dalam penyelenggaraan ekspedisi ilmiah lintas negara.
“BRIN dapat menyediakan tim riset dalam ekspedisi ini. Kami terbuka untuk berbagai skema kerja sama, baik secara bilateral maupun multilateral, dengan institusi manapun dan negara manapun,” ujar Handoko.
Selain menurunkan tim peneliti, BRIN juga akan bertanggung jawab dalam proses monitoring dan evaluasi ilmiah terhadap ekspedisi tersebut. Handoko menekankan pentingnya mencatat jumlah sampel yang dikumpulkan, jenis penelitian yang dilakukan, serta jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan sebagai indikator keberhasilan kolaborasi.
Menurutnya, bentuk kerja sama seperti ini juga berfungsi sebagai ajang promosi riset global, membuka peluang bagi lebih banyak institusi asing maupun lokal untuk bergabung dalam kegiatan ilmiah kelautan di wilayah Indonesia.
Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX, Vincent Pieribone, menyambut baik komitmen yang ditunjukkan oleh BRIN. Dalam pernyataannya, Vincent menyebut bahwa kolaborasi ini bukan hanya akan menghasilkan data ilmiah yang kaya, tapi juga akan membuka ruang besar untuk peningkatan kapasitas dan keahlian riset bagi para peneliti di Indonesia dan dunia.
“Kami sangat menghargai dukungan BRIN. Ini adalah kemitraan strategis yang berdampak luas, tidak hanya untuk penelitian, tetapi juga bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan,” ujar Vincent.
OceanX juga dikenal memiliki kapal riset canggih OceanXplorer, yang telah digunakan dalam berbagai ekspedisi eksploratif di sejumlah samudra dunia. Sebelumnya, OceanX dan BRIN telah menjalin kerja sama melalui ekspedisi menggunakan kapal tersebut untuk mengkaji perairan Indonesia.
Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, yang turut hadir dalam pertemuan ini menyampaikan pentingnya menjadikan ekspedisi kelautan sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin dan negara. Ia menyebut bahwa BRIN dan OceanX berencana mengundang peneliti dari berbagai latar belakang dan negara untuk bergabung dalam misi ilmiah ini.
“Kami ingin kolaborasi ini terbuka dan inklusif. Semakin banyak peneliti yang terlibat, semakin kaya perspektif dan hasil ilmiah yang bisa dihasilkan,” jelas Nugroho.
Langkah ini sejalan dengan visi BRIN untuk menjadikan Indonesia sebagai hub riset internasional yang tak hanya menjadi objek penelitian, tapi juga penggerak inovasi dan pengetahuan global—khususnya di bidang kelautan, yang selama ini menjadi kekuatan tersembunyi Tanah Air.
Kolaborasi ini diharapkan mulai direalisasikan dalam bentuk ekspedisi terjadwal yang melibatkan kapal riset, teknologi bawah laut, pengumpulan sampel biodiversitas, dan penyelaman dokumentatif yang juga dapat menjadi bahan edukasi publik.