Melalui Upacara Kenegaraan, Presiden Prabowo Sambut Hangat Presiden Macron di Istana Merdeka

0
1748414598-2560x1707

Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron tiba di Jakarta pada Selasa malam, (27/5/2025), untuk memulai kunjungan kenegaraan resmi ke Indonesia. Pada Rabu pagi, (28/5/2025), mereka disambut secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan penuh kehormatan di Istana Merdeka.

Kedatangan mereka dikawal dengan iring-iringan pasukan kehormatan, termasuk 17 pasukan motoris dan 75 pasukan berkuda. Suasana semakin semarak dengan kehadiran lebih dari 3.000 pelajar yang berdiri berbaris sepanjang halaman Monumen Nasional hingga Istana Merdeka, sambil melambai-lambaikan bendera kecil Indonesia dan Prancis.

Setelah upacara kenegaraan yang khidmat, kedua kepala negara melakukan inspeksi pasukan kehormatan bersama-sama. Selanjutnya, mereka melanjutkan dengan perkenalan delegasi masing-masing negara. Delegasi Indonesia terdiri dari sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Usai perkenalan, Presiden Prabowo mengajak Presiden Macron dan Ibu Brigitte menuju ruang kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu negara.

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron berlangsung di ruang kerja Presiden, diikuti dengan pertemuan delegasi kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Macron dan menekankan pentingnya melanjutkan hubungan erat kedua negara yang telah terjalin lama.

“Terima kasih banyak atas kunjungan Anda di sini, dan ini merupakan kehormatan besar bagi kami. Saya harap kita akan terus menjalin persahabatan yang sangat baik di masa mendatang,” ujar Presiden Prabowo.

Sementara itu  Presiden Macron menyoroti eratnya kemitraan Prancis dan Indonesia di berbagai bidang strategis, termasuk pertahanan dan ekonomi.

“Kemitraan kita di semua bidang, pertahanan dan keamanan, ekonomi, budaya, sudah kuat, tetapi kita terus memperkuatnya. Dan saya pikir ini adalah cara terbaik untuk menghadapi masa-masa sulit ini,’ kata Presiden Marcom

Kunjungan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis, terutama setelah deklarasi kemitraan strategis kedua negara pada tahun 2011. Dalam pertemuan ini, kedua negara membahas berbagai isu strategis, termasuk kerja sama ekonomi, pertahanan, dan investasi. Pemerintah Indonesia berharap melalui pertemuan ini, dapat mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EUCEPA), yang telah melewati 19 putaran negosiasi selama sembilan tahun.

Selain itu, Prancis juga menunjukkan minat untuk memperluas investasi di bidang energi terbarukan, termasuk pengembangan panel surya, energi angin, dan bioenergi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero emission (NZE) pada tahun 2060.

Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia diharapkan dapat membuka babak baru dalam kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam menghadapi tantangan global di era digital dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maju di kawasan Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *