Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana Jagung, Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas keberangkatan ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Kuching, Malaysia, pada Kamis, 3/6/2025)Pelepasan eskpor ini, menandai babak baru dalam perjalanan Indonesia menuju ketahanan pangan dan penguatan posisi di pasar internasional.
Dalam acara pelepasan ekspor yang berlangsung bersamaan dengan peresmian gudang pengering jagung milik PT Pangan Merah Putih dan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 18 gudang Polri di 12 provinsi, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan sektor pertanian nasional.
Ia menekankan bahwa ekspor perdana ini bukan hanya kegiatan dagang biasa, melainkan langkah strategis dalam membangun ekosistem pertanian berkelanjutan yang berbasis pada koperasi desa dan produksi nasional yang kuat.
“Saya menerima laporan bahwa hari ini kita akan melepas ekspor jagung ke negeri tetangga. Ini adalah permulaan yang sangat baik. Ke depan, kita akan mengembangkan 80 ribu koperasi desa di seluruh tanah air. Koperasi-koperasi ini akan menjadi tulang punggung rantai pasok pangan kita yang mandiri dan efisien,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa visi besar di balik langkah-langkah ini adalah memastikan kesejahteraan rakyat. Fokus utama pemerintahannya, menurut Prabowo, adalah menjamin ketersediaan pangan bergizi dengan harga terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. “
Nilai tukar petani dan nelayan harus naik. Masyarakat harus bisa makan dengan cukup protein. Kalau ini tercapai, insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang adil, makmur, dan berdaulat pangan,” ucapnya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam pernyataan terpisah menjelaskan bahwa ekspor jagung kali ini merupakan bagian dari permintaan besar dari Malaysia yang mencapai 240 ribu ton per tahun. Untuk tahap awal, Malaysia mengajukan permintaan 20 ribu ton per bulan, dan Indonesia menjawab tantangan tersebut dengan melepas 50 ribu ton jagung di bulan Juni ini.
“Dari total 50 ribu ton yang kita ekspor bulan ini, 1.200 ton berasal dari Kalimantan Barat, 20 ribu ton dari Nusa Tenggara Barat, dan 27 ribu ton dari Gorontalo. Ini adalah tonggak sejarah, khususnya bagi Kabupaten Bengkayang yang untuk pertama kalinya mengirimkan hasil panennya ke pasar luar negeri,” ujar Mentan Amran.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari sinergi berbagai sektor dan lembaga yang bersatu dalam visi besar Presiden Prabowo. “Stok beras kita sekarang 4 juta ton—tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Jagung pun kita ekspor. Ini tanda bahwa ketahanan pangan kita semakin kuat. Insyaallah, suatu hari Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.
Langkah ekspor ini dinilai sebagai implementasi nyata dari kebijakan pertanian berbasis produksi dalam negeri yang berorientasi ekspor. Pemerintah berkomitmen terus memperluas jangkauan ekspor pangan dan memperkuat ekosistem pertanian lokal melalui inovasi, infrastruktur, dan penguatan kelembagaan koperasi desa.
