PSMTI Kenang Sosok Murdaya Po dalam Peringatan 100 Hari Wafatnya: Teladan Kepemimpinan dan Nilai Kemanusiaan

0
3a99e8a8-eb63-4475-8e1f-b1f6f74ac709

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) hadir dalam suasana khidmat untuk memperingati 100 hari wafatnya tokoh nasional dan dermawan besar, Murdaya Widyawimarta Po, OBE. Acara ini menjadi momen penuh makna untuk mengenang jejak kontribusi dan semangat kebangsaan yang selama ini diwariskan almarhum kepada masyarakat Indonesia, khususnya komunitas Tionghoa.

Dalam acara yang berlangsung penuh keharuan tersebut, tak kurang dari 100 anggota PSMTI hadir sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada sosok yang semasa hidupnya dikenal tidak hanya sebagai pengusaha sukses, namun juga pemimpin penuh dedikasi. Jumlah kehadiran yang simbolis ini mencerminkan komitmen PSMTI terhadap nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh almarhum, termasuk solidaritas, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap sesama.

Sekretaris Umum PSMTI, Peng Suyoto, yang hadir mewakili organisasi, menyampaikan pidato penghormatan yang menggugah. Ia mengenang Murdaya Po bukan hanya sebagai tokoh masyarakat, tetapi sebagai pribadi yang menjadi panutan dalam kehidupan berbangsa dan berorganisasi.

“Beliau bukan sekadar tokoh. Pak Po adalah cahaya bagi banyak dari kami—pemimpin yang memimpin dengan turun tangan, bukan hanya memberi arahan. Meski telah berada di puncak kesuksesan, beliau tidak ragu menjadi wakil rakyat demi mengabdi langsung kepada masyarakat. Teladan seperti ini langka dan patut diwarisi,” ujar Peng Suyoto di hadapan para hadirin.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga besar almarhum, tetapi juga melibatkan lebih dari 1.000 tokoh lintas sektor. Mulai dari pemuka agama, pemimpin komunitas lintas etnis, hingga para pengusaha nasional turut hadir untuk mengenang sosok Murdaya Po yang dikenal sebagai penggerak kesetaraan dan jembatan antar budaya di Indonesia.

Semasa hidupnya, Murdaya Widyawimarta Po menyandang gelar kehormatan OBE (Order of the British Empire) atas kontribusinya dalam menjembatani kerja sama dan perdamaian antarbangsa. Di dalam negeri, ia dikenal luas sebagai tokoh integratif yang memperjuangkan kesetaraan hak bagi masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia.

Tak hanya berkiprah di dunia usaha, almarhum juga aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan lintas agama. Ia kerap terlibat dalam dialog-dialog kebangsaan serta mendorong terciptanya ruang publik yang inklusif dan berkeadilan.

Melalui kehadiran dalam peringatan ini, PSMTI menegaskan bahwa warisan semangat dan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh almarhum Murdaya Po akan terus menjadi bagian penting dari perjuangan organisasi. Sosoknya akan terus hidup dalam semangat solidaritas dan pengabdian masyarakat yang menjadi landasan gerak PSMTI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *