Hadiri Open Houses Sekolah Rakyat di Bali, Presiden Tegaskan Pendidikan Jalan Keluar Kemiskinan

0
0554IMG-20260607-WA0048

Presiden Prabowo menyapa pelajar SRMP 17 Tabanan, Bali (Foto: BMPI Setpres)

El John News-Suara yel-yel penuh semangat menggema saat Presiden Prabowo Subianto memasuki lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Kedatangan Presiden untuk menghadiri open house di Sekolah Rakyat yang baru pertama kali terdapat di Bali ini.

Kunjungan Presiden semakin berkesan ketika para siswa menampilkan tari Kecak yang dibawakan oleh 16 pelajar. Di antara para penari, ada seorang siswa berkebutuhan khusus yang penampilannya tak kala dengan siswa pada umumnya. Penampilan tersebut bukan hanya memukau, tetapi juga menjadi simbol nyata bahwa pendidikan harus menjadi ruang yang terbuka bagi semua anak tanpa terkecuali.

Di hadapan para siswa, orang tua, dan tenaga pendidik, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.

“Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan formal hingga pelatihan keterampilan di berbagai sektor.

“Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak dan hidupnya baik. Salah satu caranya melalui pendidikan. Pendidikan dan latihan harus terus ditingkatkan di semua bidang,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto melihat tari Kecak yang dibawakan 16 pelajar SRMP) 17 Tabanan (Foto: BMPI Setpres)

Prabowo menjelaskan bahwa upaya membangun pendidikan yang merata membutuhkan kerja keras serta pengelolaan anggaran negara yang disiplin. Ia menilai Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan alam yang melimpah, sehingga tugas pemerintah adalah memastikan kekayaan tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Negara kita sebetulnya sangat kaya. Sumber alamnya sangat banyak, tinggal kita yang pandai mengelola dan menjaganya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengaku optimistis melihat perkembangan program Sekolah Rakyat yang terus mendapat sambutan positif dari masyarakat. Namun di sisi lain, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa masih banyak anak yang membutuhkan akses pendidikan seperti yang ditawarkan program tersebut.

“Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat. Tetapi usaha kita masih sangat besar, karena ternyata yang membutuhkan sekolah ini banyak,” ungkapnya.

Antusiasme anak belajar di Sekolah Rakyat, tercermin dari jumlah pendaftar yang jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Untuk tahun ajaran baru mendatang, kuota Sekolah Rakyat di Bali hanya tersedia bagi 270 siswa yang terbagi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun jumlah pendaftar telah menembus lebih dari 400 calon siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Pulau Dewata.

Presiden Prabowo Subianto memberikan kata sambutan (Foto: BPMI Setpres)

Tingginya animo masyarakat mendorong Kementerian Sosial menyiapkan langkah pengembangan. Seluruh fasilitas Sekolah Rakyat di Bali direncanakan akan diintegrasikan dan dipusatkan di Kabupaten Karangasem pada tahun ajaran mendatang guna menyediakan daya tampung yang lebih besar serta sarana pendidikan yang lebih memadai.

Rangkaian kunjungan Presiden ditutup dengan makan siang bersama para siswa dan orang tua. Di meja makan yang sederhana, suasana penuh keakraban tampak terjalin tanpa sekat. Presiden berbincang langsung dengan para siswa dan keluarga mereka, mendengarkan cerita serta harapan yang tumbuh dari program pendidikan tersebut.

Momen tersebut menjadi gambaran bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan ikhtiar negara untuk membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan pendidikan yang inklusif dan kesempatan yang setara, harapan untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik perlahan mulai diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *