Rayakan Hari Anak dan Hari Kebaya, Perwanti PSMTI Bersama ACYA Ajak Anak Kurang Mampu Nonton Film Edukatif

0
WhatsApp Image 2025-07-24 at 18.07.34

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41 dan Hari Kebaya Nasional, Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti PSMTI) bekerja sama dengan Asian Chinese Youth Association (ACYA) mengadakan acara nonton bareng film “Jumbo” di Cinepolis Pluit Village.

Sebanyak 150 anak dari Sekolah Pondok Domba diundang untuk mengikuti acara bertajuk “Ibu Menginspirasi, Anak Berprestasi”, dengan subtema “Anak Hebat, Budaya Kuar”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan peran penting ibu sebagai inspirasi utama dalam membentuk karakter anak-anak yang mampu meraih prestasi serta mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal.

Panitia memilih film “Jumbo” karena ceritanya mengandung nilai kekeluargaan, keberanian, dan rasa saling empati. Film tersebut diyakini tepat untuk mengedukasi sekaligus menghibur anak-anak, memicu diskusi positif tentang rasa percaya diri dan pentingnya persahabatan.

Anak-anak yang diundang berasal dari Sekolah Pondok Domba, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang fokus mendampingi siswa dari keluarga kurang mampu. Sekolah ini memberikan akses pendidikan dasar dan karakter sejak dini, serta mengajarkan pentingnya nilai toleransi dan gotong royong.

Turut hadir pada acara ini, antara lain Anggota DPD-RI Happy Djarot, Ketua Dharma Wanita Persatuan KSP (Kantor Staf Presiden) Annies Putranto, Dewan Penyantun PSMTI Abraham Rudy, Dewan Penasehat PSMTI Ricky Suharlim, Ketua Plt Perwanti PSMTI sekaligus Presiden Asian Chinese Youth Association Helga Abraham, Bendahara Umum Perwanti PSMTI Lusiana Ng dan Wakil Ketua Umum Dept. Sosial, Lingkungan Hidup Lusi Oey dan Ketua Panitia Ritha Helena.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Indonesia, seluruh tamu perempuan yang hadir mengenakan kebaya. Pakaian tradisional tersebut tidak hanya menjadi simbol keanggunan perempuan Indonesia, tetapi juga penanda kuat identitas nasional yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Setelah sesi menonton film, anak-anak diajak menuju Grand Teo Chew Ballroom untuk menikmati makan siang bersama. Suasana penuh keceriaan terasa saat anak-anak bernyanyi, menari, dan mengikuti berbagai kegiatan interaktif. Tidak hanya itu, sejumlah doorprize turut dibagikan untuk menambah kebahagiaan para anak-anak.

Anggota DPD RI, Happy Djarot, menyampaikan dukungan dan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang penuh manfaat ini. Happy menekankan pentingnya perlindungan dan pembinaan anak-anak Indonesia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kenapa kita support kegiatan ini? Karena dua-duanya penting untuk Indonesia. Pertama, menjaga anak-anak Indonesia sebagai generasi hebat di masa depan. Kedua, melestarikan budaya, termasuk kebaya sebagai warisan luhur bangsa,” ungkap Happy.

Lebih dari sekadar perayaan, Happy juga menyoroti peran Perwanti PSMTI dan ACYA  sebagai orang tua asuh bagi sekitar 500 anak kurang mampu, termasuk anak-anak yang hidup di kolong jembatan dan kawasan marjinal lainnya. Ia menyatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memaksimalkan pendampingan terhadap anak-anak yang hidup dalam keterbatasan.

“Kadang anak-anak butuh seragam atau sepatu, tapi lebih dari itu, mereka butuh kasih sayang dan empati. Karena pada dasarnya, anak-anak ini sudah punya hati. Mereka perlu mendapatkan cinta yang tulus, mereka akan tumbuh sehat dan baik,” jelasnya.

Happy juga menegaskan bahwa isu bullying dan stunting merupakan dua tantangan utama dalam perlindungan anak yang harus segera diatasi. Menurutnya, anak-anak Indonesia harus tumbuh sehat, bebas dari kekurangan gizi, dan berada dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

“Yang dihindari adalah bullying, itu tugas kita bersama. Dan juga stunting, karena anak-anak Indonesia tidak boleh ada yang kekurangan gizi,” ujarnya tegas.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Staf Presiden (KSP), Annies Putranto. Menurutnya kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang berdampak luas.

“Sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi kegiatan Perwanti PSMTI dan ACYA yang sudah berbagi dengan anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Annies.

Menurut Annies, bantuan yang diberikan kepada anak-anak dari Sekolah Pondok Domba ini lebih dari sekadar aksi sosial biasa. Ia melihat inisiatif ini sebagai bentuk nyata dari semangat mewujudkan keadilan sosial, khususnya dalam akses pendidikan dan pengembangan masa depan anak-anak yang berasal dari lingkungan rentan.

“Dengan adanya bantuan ini, kita berharap mereka bisa menikmati kehidupan yang lebih baik, meraih masa depan, dan mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.

Mewakili Dharma Wanita Persatuan KSP, Annies juga menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia agar tidak kehilangan semangat dalam meraih impian. Ia mengajak mereka untuk tetap memiliki keyakinan bahwa masa depan yang hebat bisa dicapai dengan semangat belajar dan pantang menyerah.

“Pesan dari KSP untuk anak-anak: tetap harus punya optimisme bahwa mereka bisa meraih masa depan yang kuat, meraih masa depan yang hebat,” tegasnya.

Ketua Plt Perwanti PSMTI yang juga sebagai  Presiden ACYA Helga Abraham, menyampaikan pesan penuh harapan dan semangat dalam acara ini.Sesuai dengan tema yang diangkat , Helga menekankan pentingnya peran kasih sayang dari para ibu sebagai pondasi awal dalam membentuk karakter anak-anak Indonesia yang penuh semangat, ilmu, dan harapan untuk masa depan.

“Dari kita, kasih sayang ibu-ibu, anak-anak bisa merasakan kekeluargaan. Supaya mereka bisa senang dan terus semangat bermimpi untuk menjadi anak-anak yang penuh ilmu dan penuh harapan ke depan,” ujar Helga.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak, terutama mereka yang sedang berada dalam fase pertumbuhan dan masih menempuh pendidikan. Menurut Helga, semangat pantang menyerah menjadi kunci utama agar anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bermanfaat bagi bangsa.

Tak hanya untuk anak-anak, Helga juga menitipkan harapan besar kepada para ibu dan perempuan Indonesia untuk terus berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

“Harapan ke depan, dengan kegiatan ini kita berharap ibu-ibu bisa terus semangat, berkontribusi, memberkati anak-anak untuk terus tumbuh sehat, tambah pintar, dan tambah hebat,” ungkap Helga.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Panitia Ritha Helena. Ia  menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata dari komitmen membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya sebagai Ketua Panitia ingin, ke depan, anak-anak bangsa Indonesia menjadi anak hebat. Indonesia kuat, Indonesia Emas di tahun 2045. Jadi mulai sekarang, hari ini, kita bawa semangat itu,” ujar Ritha.

Ritha menyoroti pentingnya peran ibu sebagai sumber inspirasi utama dalam kehidupan anak-anak. Ia menyampaikan bahwa ketika seorang ibu mampu menginspirasi, maka anak-anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berprestasi, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

“Ibu menginspirasikan anak-anak berprestasi, ini sangat penting sekali. Ada kaitannya antara ibu dan anak. Kalau ibu memberikan inspirasi kepada anak, pasti anak pun akan menjadi hebat,” jelasnya.

Pada acara ini juga digelar cek kesehatan gratis dan pengobatan akupuntur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *