MCorp Siapkan Strategi Pemasaran Pariwisata untuk Ibu Kota Nusantara
Dalam momen yang dinilai sebagai tonggak awal kebangkitan pariwisata di Ibu Kota Nusantara (IKN), pendiri dan Chairman MCorp, Hermawan Kartajaya, mengumumkan komitmennya untuk menyusun blueprint pemasaran pariwisata IKN yang akan dijalankan secara strategis dalam kurun waktu tiga tahun: 2026, 2027, hingga 2028.
Hal ini disampaikan Hermawan di sela-sela acara Grand Final Putri Pariwisata Indonesia 2025 dan EL JOHN Pageants Festival yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan IKN. Menurutnya, acara ini menjadi titik awal dari perjalanan panjang menjadikan IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi pariwisata dan investasi kelas dunia.
“Saya berjanji kepada Pak Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN untuk menyiapkan blueprint marketing pariwisata untuk IKN. Penyelenggaraan Putri Pariwisata Indonesia dan EL JOHN Pageant Festival di IKN ini baru permulaan, jadi starting point,” ujar Hermawan.
Lebih jauh, Hermawan menjelaskan konsep strategis yang menjadi dasar pemikiran dalam penyusunan blueprint tersebut, yaitu TTI: Tourism, Trade, and Investment. Ia meyakini bahwa pembangunan branding destinasi harus dimulai dari pariwisata, karena dari sinilah kesadaran publik terbentuk. Jika tidak pernah berkunjung atau mengenal suatu wilayah, maka mustahil ada ketertarikan untuk berinvestasi.
“Bermula dari tourism, berakhir dengan investment. Jadi kalau orang nggak pernah ke sini, bagaimana orang mau advocacy?” tegas Hermawan.

Blueprint ini dirancang dengan mempertimbangkan momentum penting yang disebut oleh Hermawan sebagai “puncak pemindahan trias politica” — yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif — ke IKN pada akhir tahun 2028. Hal ini selaras dengan target pemerintah untuk menjadikan IKN sepenuhnya operasional sebagai ibu kota negara di tahun tersebut.
“Karena menurut Pak Basuki, 2028 akhir itu trias politika harus betul-betul pindah ke sini. Eksekutif, legislatif, yudikatif. Makanya menyongsong itu, kita harus punya blueprint pariwisata 2026, 2027, dan 2028.”
Tak hanya menyoroti kawasan inti IKN, Hermawan juga menekankan pentingnya pengembangan destinasi wisata di sekitar IKN, seperti kawasan pesisir, hutan tropis, dan warisan budaya lokal Kalimantan Timur. Ia berharap blueprint ini tak hanya menata destinasi, tetapi juga menciptakan manajemen pemasaran yang mendorong daya tarik berkelanjutan.
“Harapannya nanti sudah ada blueprint pengelolaan pariwisata, jadi destinasi IKN ini lebih bagus. Apalagi di sekitar IKN, bukan IKN saja yang bisa dilihat. Banyak yang bisa dieksplorasi.”

Hermawan melihat penyelenggaraan EL JOHN Pageants Festival sebagai langkah awal yang efektif dalam membangun citra positif IKN di mata publik. Melalui ajang ini, IKN mendapatkan panggung di tingkat nasional bahkan internasional lewat kehadiran finalis dari berbagai provinsi.
“Event EL JOHN Pageant Festival ini menjadi pembukaan, starting point untuk ke depannya. Saya juga yang memperkenalkan Pak Basuki dengan Pak Johnnie Sugiarto sebagai Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, sehingga event ini bisa terjalin dengan sukses. Saya senang sekali, cuma harus ada kelanjutan.”
Dalam penjelasannya, Hermawan memastikan bahwa proses penyusunan blueprint sudah dimulai sejak saat ini. Meskipun implementasinya dimaksudkan untuk tiga tahun ke depan, namun penyusunan dan perencanaan sedang berjalan aktif. Ia menegaskan bahwa perencanaan matang sejak dini adalah kunci sukses promosi pariwisata yang terintegrasi dengan visi besar IKN.
Pada kesempatan ini Hermawan memberikan apresiasi tinggi terhadap para finalis Putri Pariwisata Indonesia 2025 yang aktif memproduksi dan mengunggah konten-konten positif mengenai IKN di media sosial. Menurut Hermawan, kontribusi ini menjadi bagian penting dalam mengedukasi publik serta meluruskan berbagai kesalahpahaman yang beredar mengenai IKN.
“Saya melihat beberapa konten yang diunggah oleh para finalis Putri Pariwisata Indonesia dan dari putri-putri yang lain itu sangat bermanfaat untuk membantah misunderstanding yang disebabkan oleh pihak-pihak lain. Tentunya bukan cuma aspek realitas, tapi juga ada aspek politik dan sebagainya,” ujar Hermawan
Menurut Hermawan, konten digital yang dibuat oleh para finalis tidak sekadar bersifat estetis atau promosi semata, melainkan memiliki dimensi edukatif dan diplomasi digital yang penting. Di tengah era media sosial yang sarat informasi simpang siur, peran para finalis sebagai duta pariwisata menjadi sangat strategis dalam menyampaikan narasi faktual dan membangun persepsi publik yang positif tentang IKN.

Ia menyebut bahwa kehadiran para finalis di IKN dan pengalaman mereka selama proses karantina serta kompetisi telah membuka mata publik bahwa IKN bukan hanya proyek ambisius di atas kertas, tetapi telah menunjukkan progres nyata sebagai ibu kota masa depan.
“Malam ini kita menyaksikan bersama-sama bagaimana akhirnya Putri Pariwisata Indonesia berasal dari sini. Mudah-mudahan kita mendapatkan hasil yang terbaik,” tambahnya.
Dengan latar belakang beragam dari berbagai daerah di Indonesia, para finalis membawa narasi persatuan dalam keberagaman dan semangat optimisme terhadap pembangunan nasional. Kehadiran mereka di IKN bukan hanya sebagai peserta ajang kecantikan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menyuarakan masa depan Indonesia.
Hermawan menilai bahwa para finalis ini tidak hanya mewakili daerah masing-masing, tetapi juga mewakili generasi muda yang melek digital dan sadar peran dalam pembangunan bangsa. Konten yang mereka hasilkan menjadi bagian dari strategi komunikasi tidak langsung untuk memperkenalkan IKN kepada generasi muda lainnya di seluruh Indonesia.
Hermawan berharap bahwa upaya yang dimulai dari kegiatan ini dapat dilanjutkan melalui berbagai platform kreatif dan edukatif lain ke depannya, termasuk dalam penyusunan blueprint pariwisata IKN yang saat ini tengah ia rancang bersama MCorp.
