KCBI Kukuhkan Pengurus Baru 2024–2029, Momentum Perkuat Peran Cendekiawan Buddhis

0
WhatsApp Image 2025-09-15 at 11.56.35

Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI) menandai babak baru dalam perjalanannya dengan mengukuhkan jajaran pengurus pusat masa bakti 2024–2029. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Minggu, 14 September 2025, di Ruang Lawu, Gedung Pusat Niaga, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Acara dengan tema “Cendekiawan Buddhis Indonesia Yang Berlandaskan Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Emas 2045” ini, menjadi momentum penting bagi organisasi yang selama ini berperan aktif dalam membina dan mengembangkan potensi intelektual umat Buddha di Indonesia. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina KCBI, Dra. S. Hartati Murdaya, yang juga dikenal sebagai tokoh nasional dalam bidang keagamaan dan kewirausahaan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Dewan Pembina KCBI nomor 001-I/SK/KCBI/IX/2025 tentang pengangkatan susunan Dewan Pengurus Pusat KCBI masa bakti 2024–2029. Surat keputusan tersebut dibacakan di hadapan seluruh tamu undangan, pengurus, serta tokoh-tokoh umat Buddha yang hadir.

Selanjutnya, para pengurus baru melakukan pengambilan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Ketua Dewan Pembina KCBI. Seluruh pengurus yang disebut dalam SK tampak antusias dan penuh semangat saat mengucapkan sumpah untuk mengemban amanah dan tanggung jawab organisasi selama lima tahun ke depan.

Dalam susunan pengurus baru, tercatat sejumlah nama tokoh nasional yang turut memperkuat struktur organisasi. Salah satunya adalah Irene Umar, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Kehadiran Irene dalam jajaran pengurus KCBI disambut hangat oleh seluruh peserta acara sebagai bentuk kolaborasi antara elemen pemerintah dan organisasi keagamaan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya.

Pengukuhan ini juga turut disaksikan oleh Kepala Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Drs. Supriyadi, M.Pd, yang memberikan apresiasi terhadap semangat baru KCBI dalam memperkuat peran cendekiawan Buddhis di Indonesia.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan bendera pataka KCBI oleh Ketua Dewan Pembina kepada Ketua Umum DPP KCBI YM. Bhikkhu Dhammavuddho Thera. Penyerahan pataka tersebut merupakan simbol estafet kepemimpinan dan tanggung jawab dalam mengemban misi organisasi.

Ketua Dewan Pembina KCBI, Dra. S. Hartati Murdaya, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya persatuan, kesatuan, serta sikap saling membantu di tengah berbagai tantangan zaman kepada pengurus yang baru dikukuhkan.

Menurut Hartati, keberhasilan Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kemampuan bangsa ini menjaga persatuan dan kesatuan tanpa memandang perbedaan latar belakang. “Kalau Indonesia pecah-pecah sekarang, nanti Indonesia tetap pecah. Kita tidak bisa mencapai Indonesia emas,” ujarnya saat di wawancara awak media.

Ia menegaskan bahwa jika keretakan terus terjadi, Indonesia bisa bubar dan cita-cita Indonesia emas akan sulit terwujud. Oleh karena itu, KCBI sebagai organisasi cendekiawan Buddhis juga memiliki tanggung jawab untuk berjuang menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kita harus sadar bahwa dalam kondisi sulit ini, tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia, kita semua, semua agama dan golongan, harus saling membantu yang lemah dan tidak menyakiti sesama,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Dewan Kehormatan KCBI yang juga sebagai  Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Menurutnya Indonesia merupakan negara yang beragama, dan agama Buddha, seperti halnya agama-agama lain, memiliki misi utama menyebarkan kebaikan.

“Sebagai perwakilan dari agama Buddha dan juga sebagai umat Buddha, tugas kita adalah menyebarkan kebaikan, menanam benih-benih kebaikan, dan menyebarkan cinta agar kita tidak terpecah belah,” ujarnya.

Irene menegaskan bahwa persatuan adalah hal utama yang harus dijaga. Ia mengingatkan bahwa landasan negara Indonesia yang beragama dan nilai gotong royong menjadi pijakan kuat untuk membangun bangsa ke arah yang lebih baik.

“Kita harus menjadi satu, bersatu padu. Landasan negara kita adalah keberagaman yang beragama dan juga semangat gotong royong. Mari kita bersama-sama bergotong royong menuju Indonesia emas,” kata Irene.

Sementara itu, Ketua Umum KCBI Bhikkhu Dhammavuddho Thera menyampaikan bahwa tekad KCBI akan terus berlandaskan Dharma Agama dan Dharma Negara. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk sinergitas untuk keberlangsungan KCBI selama 5 tahun mendatang.

“Semoga dalam 5 tahun mendatang, kita bisa saling bersinergi sehingga kualitas sumber daya manusia umat Budha dapat berkembang tidak hanya di Jakarta, tetapi juga daerah-daerah yang menjadi kantong umat Budha seperti Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Semoga pahala yang kita hasilkan dari KCBI bisa membawa manfaat buat diri dan umat Budha, baik kehidupan sekarang maupun yang akan datang,” ucap Bhante Dhammavuddho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *