Kapolri Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Serentak, Libatkan Ribuan Personel di Seluruh Indonesia

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada Rabu (5/11/2025). Apel utama berlangsung di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, diikuti oleh 155.938 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Polri, TNI, Basarnas, BNPB, BMKG, dan Satpol PP.
Di lapangan Mako Brimob, sebanyak 2.915 personel hadir langsung, terdiri atas 2.695 anggota Polri, 100 anggota TNI, dan masing-masing 30 personel dari Basarnas, BNPB, BMKG, dan Satpol PP. Kapolri meninjau kesiapan personel, kendaraan operasional, serta fasilitas tenda posko bencana, termasuk tenda DVI, tenda kesehatan, tenda SAR, dan tenda trauma healing.
Turut mendampingi Kapolri dalam apel ini antara lain Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta sejumlah pejabat dari TNI, BNPB, dan Basarnas. Kegiatan ini menunjukkan kesiapsiagaan Polri sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana alam dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolri menekankan bahwa personel kepolisian akan berada di garis depan untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak bencana. “Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jenderal Sigit.
Apel tanggap darurat ini juga menyoroti fenomena musim hujan yang sudah mulai melanda 43,8 persen wilayah Indonesia, dengan puncaknya diperkirakan berlangsung antara November 2025 hingga Februari 2026. Selain itu, BMKG juga memperkirakan munculnya fenomena La Nina dalam kategori lemah, yang akan berlangsung hingga Februari 2026.
Kapolri menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana memerlukan sinergi lintas sektoral, termasuk koordinasi dengan TNI, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Dengan kolaborasi yang kuat, upaya mitigasi bencana dapat berjalan efektif dan potensi kerugian dapat diminimalisir,” kata Kapolri.
Polri juga menyiagakan sarana dan prasarana pendukung tanggap darurat, antara lain 125 unit dapur lapangan, 77 unit water treatment, dan 23 unit watergen, yang siap digunakan untuk mendukung operasi tanggap darurat bencana.

Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam kesiapsiagaan bencana, bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, serta mendukung upaya mitigasi agar masyarakat tetap terlindungi. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan kunci keberhasilan dalam menekan risiko korban dan kerugian material akibat bencana alam.
Apel tanggap darurat bencana ini menjadi momentum strategis bagi Polri untuk memperkuat koordinasi internal dan eksternal, meningkatkan kemampuan operasional, serta memastikan seluruh personel siap bergerak cepat jika terjadi bencana di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan pelaksanaan apel ini, diharapkan seluruh jajaran Polri dapat mengoptimalkan kesiapsiagaan operasional, memperkuat koordinasi lintas lembaga, dan memberikan pelayanan publik yang maksimal selama musim hujan dan fenomena La Nina berlangsung.
