H-1 Lebaran 2026, Lebih dari 10 Juta Penumpang Gunakan Angkutan Umum
Sejumlah pemudik sedang melakukan mudik dengan angkutan umum (Foto: Humas Kemenhub)
El John News, Jakarta-Pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data dari Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga H-1 telah menembus angka 10 juta orang.
Secara kumulatif, jumlah penumpang tercatat mencapai 10.003.583 orang, atau meningkat 9,23 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya yang berada di angka 9.158.315 orang.
Jika dirinci berdasarkan moda transportasi, sektor perkeretaapian menjadi penyumbang terbesar dengan 2.981.945 penumpang, disusul angkutan penyeberangan sebanyak 2.482.303 orang, serta angkutan udara yang mencapai 2.190.282 penumpang. Sementara itu, angkutan darat mencatat 1.587.060 penumpang dan angkutan laut sebanyak 761.993 orang.
Selain mobilitas penumpang, arus kendaraan juga terpantau mengalami peningkatan di sejumlah titik. Pada H-1, jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta mencapai 117.016 unit, sedangkan kendaraan yang masuk tercatat sebanyak 66.210 unit.
Secara keseluruhan, pergerakan kendaraan di gerbang tol wilayah Jabodetabek mencapai 248.349 unit, sementara di luar Jabodetabek tercatat 236.758 unit. Di jalur arteri, kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek mencapai 474.454 unit, dan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Adapun pergerakan di arteri non-Jabodetabek mencapai 491.901 unit.
Pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026, dengan pengawasan yang dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan kelancaran operasional di seluruh moda transportasi.
Berdasarkan laporan harian, jumlah keberangkatan penumpang pada H-1 saja mencapai 915.635 orang. Perkeretaapian mencatat 302.823 penumpang, diikuti angkutan udara sebanyak 207.261 orang. Sementara itu, penyeberangan mencapai 189.804 penumpang, angkutan darat 161.054 orang, serta angkutan laut sebanyak 54.693 orang.
Kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) juga terpantau cukup baik di sebagian besar moda transportasi. Kereta api antarkota mencatat OTP 98,20 persen, sementara kereta regional mencapai 98,90 persen. Angkutan udara domestik berada di angka 85,79 persen, dan internasional 70,24 persen. Untuk angkutan laut, OTP tercatat 95,70 persen, penyeberangan 63,19 persen, dan angkutan darat 72,49 persen.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Ernita Titis Dewi, mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Titis.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pribadi sebelum melakukan perjalanan, mulai dari kondisi kesehatan hingga kelengkapan kebutuhan selama di perjalanan.
“Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan juga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan selama arus balik Lebaran 2026,” tambah Titis.
Kementerian Perhubungan memastikan bahwa seluruh proses penyelenggaraan Angkutan Lebaran terus dipantau secara intensif melalui koordinasi lintas sektor guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.
