ASITA dan Travel Meet Asia Siapkan Pameran Terbesar di Asia Tenggara Pada Juni 2026

ASITA dan Travel Meet Asia foto bersama dengan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, usai penandatanganan MoU (Foto: Humas ASITA)
El John News, Jakarta-Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) bersama Travel Meet Asia tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan pameran perjalanan wisata terbesar di Asia Tenggara “Travel Meet Asia 2026” yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue.
Ajang ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara ASITA dan Travel Meet Asia yang telah disepakati pada 7 Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan hari jadi ASITA ke-55. Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring industri pariwisata Indonesia ke tingkat global.
Travel Meet Asia 2026 diproyeksikan menjadi platform business-to-business (B2B) unggulan yang mempertemukan berbagai pelaku industri pariwisata dari kawasan Asia Tenggara dan dunia.
Sejumlah pihak yang dijadwalkan hadir antara lain buyers internasional, pelaku usaha perjalanan, dewan pariwisata, maskapai penerbangan, jaringan hotel, destination management companies (DMC), tour operator, hingga investor dan pemangku kepentingan sektor MICE.
Dalam kolaborasi ini, Travel Meet Asia akan memimpin berbagai aspek strategis berskala internasional, mulai dari pemasaran global, rekrutmen buyers mancanegara, penguatan branding acara, hingga pengelolaan operasional pameran dan konferensi yang mengangkat isu-isu penting industri pariwisata regional dan global.

Di sisi lain, ASITA berperan dalam menggerakkan kekuatan domestik dengan mengonsolidasikan anggota di seluruh Indonesia, menghadirkan exhibitor unggulan, menjalin kemitraan dengan sponsor strategis, serta menyelenggarakan forum bisnis dan business matching. ASITA juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah, serta berbagai asosiasi terkait.
Sekretaris Jenderal DPP ASITA sekaligus Chairman ASITA Fair 2026, Budijanto Ardiansjah, menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang besar bagi pelaku industri pariwisata nasional untuk menembus pasar internasional.
“Kerja sama ini bukan sekadar menghadirkan sebuah event internasional, tetapi menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem bisnis pariwisata Indonesia yang lebih kuat, terhubung secara global, dan berkelanjutan,”
Berbagai persiapan telah dilakukan secara intensif, mulai dari kurasi peserta pameran, penyusunan agenda konferensi industri, hingga penampilan budaya dan promosi destinasi unggulan Indonesia. Selain itu, program post-event berupa familiarization trip juga disiapkan untuk memperkenalkan langsung destinasi wisata nasional kepada para buyers internasional.
ASITA meyakini bahwa penyelenggaraan Travel Meet Asia 2026 akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, memperluas peluang investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri MICE di tingkat regional.

Melalui sinergi ini, ASITA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pariwisata Indonesia agar semakin kompetitif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di panggung global.
