Trump Klaim AS Amankan 100 Juta Barel Minyak di Selat Hormuz

0
2f6c89f0-3ffe-4c31-82fe-8017702e57c6

Presiden AS Donald Trump mengklaim negara telah mengamakan 100 juta barel minyak dari Selat Howmus (FotoL Generated AI)

El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keberhasilan operasi militer rahasia yang diklaim telah mengamankan jalur pelayaran energi internasional di Selat Hormuz. Menurut Trump, operasi tersebut memungkinkan lebih dari 100 juta barel minyak berhasil melintasi jalur strategis tersebut dan masuk ke pasar global.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Rabu (10/6/2026). Dalam unggahannya, Trump menyebut dirinya telah memerintahkan militer Amerika Serikat untuk menjalankan misi khusus guna mengawal kapal tanker minyak dan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

“Bulan lalu, saya mengarahkan militer AS yang hebat untuk melaksanakan misi rahasia guna mendukung kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintasi Selat Hormuz,” tulis Trump.

Menurut Trump, operasi tersebut berhasil memastikan kelancaran distribusi energi dunia di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Ia mengklaim lebih dari 200 kapal komersial telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman selama pelaksanaan misi tersebut.

“Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa upaya ini telah menyebabkan lebih dari 100 juta barel minyak berhasil melintasi Selat Hormuz dan masuk ke pasar terbuka. Lebih dari 200 kapal komersial berhasil melewati Selat dengan aman,” lanjutnya.

Dalam pernyataan yang sama, Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat kini memiliki kendali atas jalur pelayaran tersebut. Ia bahkan menyebut pengaruh Iran di kawasan itu telah melemah akibat tekanan yang terus berlangsung.

“Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AMERIKA SERIKAT MENGENDALIKAN Selat Hormuz, BUKAN Iran,” tulis Trump.

Trump juga melontarkan pernyataan keras terhadap Teheran dengan menyebut kemampuan militer dan ekonomi Iran telah mengalami kemunduran signifikan.

“Militer mereka kalah, dan ekonomi mereka hancur. Ini sudah berakhir bagi Iran!” tegasnya.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Hubungan kedua negara kembali memanas setelah sebuah helikopter Apache milik AS ditembak jatuh di dekat Selat Hormuz pada awal pekan ini.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu rangkaian aksi balasan. Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah sistem pertahanan udara dan fasilitas radar Iran di sekitar Selat Hormuz. Serangan itu kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

Sebelumnya, Trump juga sempat memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia bahkan mengancam akan melakukan serangan besar jika Teheran menolak untuk berunding.

Situasi di kawasan semakin menjadi perhatian setelah sejumlah warga Iran melaporkan terdengar ledakan di beberapa wilayah, termasuk Sirik, Kangan, Bandar Abbas, dan Minab pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Hingga kini, ketegangan antara kedua negara masih terus berkembang dan menjadi sorotan dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *