Iran Konfirmasi Perdamaian dengan AS, Blokade Laut Segera Dicabut
Ilustrasi Iran benarkan ada kesepakatan damai dengan Amerika Serikat yang akan ditandatangani Jumat pekan ini (Foto: generated AI)
El John News-Pemerintah Iran akhirnya mengonfirmasi tercapainya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat setelah berbulan-bulan melalui proses negosiasi yang intensif. Konfirmasi tersebut disampaikan oleh Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran atau SNSC melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di sejumlah kanal media sosial pemerintah Iran, termasuk akun milik Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.
Dalam pernyataannya, SNSC menyebut bahwa Iran dan Amerika Serikat telah menyelesaikan teks nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang menjadi dasar penghentian konflik antara kedua negara. Kesepakatan tersebut disebut merupakan hasil dari perundingan panjang yang dimediasi oleh Pakistan.
“Setelah beberapa bulan negosiasi yang sulit dan intensif serta berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, telah menyelesaikan teks nota kesepahaman mengenai negosiasi untuk mengakhiri perang (negosiasi Islamabad) antara Iran dan Amerika Serikat pada malam tanggal 14 Juni,” demikian pernyataan SNSC yang dirilis Senin (15/6/2026).
Berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai, seluruh operasi militer dan konflik bersenjata yang melibatkan kedua pihak akan dihentikan secara permanen mulai Minggu malam. Penghentian tersebut juga mencakup berbagai front konflik di kawasan, termasuk Lebanon.
“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, akan segera dan secara permanen berakhir mulai malam ini. Lebih lanjut, blokade laut terhadap Iran akan segera dan sepenuhnya dicabut,” lanjut pernyataan tersebut.
SNSC juga mengungkapkan bahwa penandatanganan resmi nota kesepahaman akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni 2026. Setelah penandatanganan dan implementasi komitmen awal dari masing-masing pihak, perundingan untuk mencapai perjanjian damai yang lebih komprehensif akan dilanjutkan.
“Nota kesepahaman akan ditandatangani secara resmi pada Hari Jumat, 19 Juni. Negosiasi mengenai perjanjian akhir akan dimulai setelah pelaksanaan komitmen pihak lain berdasarkan nota kesepahaman,” tulis SNSC.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Iran menyampaikan apresiasi kepada Pakistan dan Qatar yang dinilai memainkan peran penting dalam memfasilitasi proses mediasi antara Teheran dan Washington.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif lebih dahulu mengumumkan tercapainya kesepakatan damai tersebut melalui media sosial pada Minggu malam.
“Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif.
Ia menjelaskan bahwa kedua negara telah menyepakati penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer serta menjadwalkan penandatanganan resmi kesepakatan pada 19 Juni mendatang di Swiss.
“Upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss,” ujar Sharif seraya mengucapkan terima kasih kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki atas dukungan mereka dalam proses mediasi.
Perkembangan ini semakin diperkuat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan Washington akan segera mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Teheran.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua!” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi turut memastikan bahwa teks nota kesepahaman telah rampung dan siap ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik paling signifikan dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir. Selain mengakhiri ketegangan militer yang berlangsung selama berbulan-bulan, perjanjian tersebut juga diperkirakan akan berdampak besar terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah serta perdagangan dan pasokan energi global.