Iran Ancam AS: Tinggalkan Wilayah Kami Jika Ingin Aman

0
G3ZXnBRWcAA54pY

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras untuk AS (Foto: Akun X Abbas Araghchi)

El John News-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah serangan terbaru yang dilancarkan Washington ke sejumlah wilayah Iran. Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tindakan militer yang dianggap mengancam kedaulatan negaranya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat menyusul serangan yang terjadi pada Selasa (9/6/2026). Menurutnya, langkah militer yang diambil Washington justru semakin memperkuat tekad Iran untuk memberikan respons.

“Meskipun kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami,” tulis Araghchi melalui akun media sosial X.

Araghchi menegaskan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps tidak akan membiarkan serangan maupun ancaman apa pun tanpa balasan. Ia juga memperingatkan pihak luar agar tidak mencampuri urusan kawasan jika ingin terhindar dari risiko konflik.

“Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin aman,” kata Araghchi.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Teluk Persia memiliki sejarah panjang terkait berbagai kekuatan asing yang mencoba melakukan intervensi namun berakhir dengan kegagalan.

“Sejarah Teluk Persia memiliki banyak bab tentang nasib buruk orang luar yang mengganggu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dilaporkan menggempur sejumlah lokasi di wilayah Jask, Sirik, dan Qeshm. Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting, termasuk menara komunikasi dan dua tangki air.

Washington sebelumnya menuduh Iran menembaki helikopter Apache milik militer Amerika Serikat yang sedang melakukan patroli di kawasan Selat Hormuz. Tuduhan itu kemudian menjadi alasan dilakukannya operasi militer terbaru terhadap sejumlah target di Iran.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Yordania. Operasi tersebut dilakukan oleh Garda Revolusi Iran menggunakan drone dan rudal.

“Sebagai tanggapan atas tindakan keji musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan drone terhadap Angkatan Laut ke-5 Bahrain pada pukul 02.30,” demikian pernyataan IRGC.

Iran juga mengklaim berhasil menyerang sejumlah sasaran strategis di Yordania, termasuk fasilitas yang digunakan untuk operasi pesawat tempur serta pusat komando militer Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan ketegangan di kawasan Timur Tengah masih jauh dari mereda. Masyarakat internasional pun terus memantau situasi karena eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan kawasan maupun pasar energi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *