Mentan Tegaskan Tak Ada Kompromi bagi Pelanggar Program Benih

0
img_viewer

Mentan Amran Sulaiman pimpin Rapat Koordinasi Kegiatan Produksi Benih Perkebunan Tahun 2026 di Auditorium F Kementerian Pertanian (Foto; Humas Kementan)

El John News, Jakarta-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan seluruh produsen dan penyedia benih perkebunan untuk menjalankan program pemerintah secara profesional dan bertanggung jawab. Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai bentuk pelanggaran, baik terkait kualitas benih, jumlah yang disalurkan, maupun proses pengadaan dan distribusi kepada petani.

Penegasan tersebut disampaikan Mentan Amran saat membuka Rapat Koordinasi Kegiatan Produksi Benih Perkebunan Tahun 2026 di Auditorium F Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini dihadiri 198 produsen benih perkebunan dari berbagai daerah yang terlibat dalam program penyediaan benih nasional.

Mentan Amran menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat harus menjaga integritas dan menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah, kata dia, akan menggandeng berbagai lembaga untuk mengawal pelaksanaan program tersebut.

“Saya minta semua bekerja dengan baik. Jangan coba-coba bermain dengan kualitas benih, jumlah benih, ataupun proses pengadaannya. Kalau ada yang melanggar, kami tidak akan kompromi. Kami minta Satgas, aparat penegak hukum, KPK, TNI, dan Polri ikut mengawal,” tegas Mentan Amran.

Pengawasan ketat dilakukan karena pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk program penyediaan dan pengembangan bibit komoditas perkebunan strategis. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perkebunan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Menurut Mentan Amran, besarnya anggaran yang digelontorkan negara harus diimbangi dengan tanggung jawab seluruh pelaksana program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.

“Ini program strategis dengan anggaran hampir Rp10 triliun. Tidak boleh ada yang bermain-main. Uang negara harus benar-benar sampai kepada petani dalam bentuk benih yang berkualitas dan sesuai spesifikasi,” tegas Mentan Amran.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai aturan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sistem pengawasan hingga tingkat desa. Melalui mekanisme tersebut, distribusi bantuan benih dapat dipantau secara langsung sehingga potensi penyimpangan dapat segera diketahui.

Mentan Amran menegaskan bahwa penyedia benih wajib memenuhi seluruh ketentuan dalam kontrak, termasuk memastikan kualitas dan jumlah benih yang disalurkan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami akan cek langsung sampai ke lapangan. Kalau jumlahnya kurang atau kualitasnya tidak sesuai, wajib diganti dan bisa diproses secara hukum. Jangan pernah berpikir bisa lolos dari pengawasan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan kedekatan dengan pejabat atau pihak tertentu untuk memperoleh perlakuan khusus dalam program tersebut. Menurutnya, seluruh perusahaan akan diperlakukan secara setara tanpa pengecualian.

“Kalau ada yang mengaku keluarga saya, orang dekat saya, atau merasa dibacking oleh siapa pun, langsung saya batalkan. Tidak ada perlakuan khusus. Presiden juga sudah menegaskan tidak ada kompromi terhadap pelanggaran,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan menerapkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia benih. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan keterlibatan perusahaan pada program-program berikutnya.

“Tahun depan ditentukan oleh kinerja tahun ini. Yang bekerja baik akan kami beri kesempatan lebih besar. Yang tidak baik, kami blacklist. Kami ingin program ini benar-benar menghasilkan benih berkualitas untuk meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan nasional,” katanya.

Mentan Amran menilai produsen benih memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing komoditas perkebunan nasional. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga amanah yang diberikan negara.

“Anda adalah mitra strategis pemerintah. Kalau bekerja benar, Anda membantu petani dan membantu negara. Tetapi kalau bermain-main, kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktorat Perbenihan Perkebunan bersama para penyedia benih komoditas kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, lada, dan jambu mete menandatangani Pakta Integritas. Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kualitas benih yang akan disalurkan kepada petani di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *