Presiden Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Ini Penjelasan Mensesneg
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers (Foto: Humas Kemensesneg)
El John News, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang berlangsung di Kazan, Rusia. Pemerintah menegaskan keputusan tersebut diambil setelah Presiden mempertimbangkan berbagai agenda prioritas yang saat ini masih perlu mendapat perhatian penuh di dalam negeri.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki pertimbangan tersendiri sehingga memilih tetap fokus menyelesaikan sejumlah program dan pekerjaan strategis nasional.
Menurut Prasetyo, ketidakhadiran Presiden secara langsung tidak akan memengaruhi posisi maupun kepentingan Indonesia dalam forum tersebut. Ia menilai berbagai isu penting yang menjadi agenda pembahasan ASEAN dan Rusia telah dibicarakan sebelumnya dalam sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri Presiden Prabowo.
Salah satunya saat Presiden Prabowo mengikuti rangkaian pertemuan ASEAN bersama para pemimpin negara Asia Tenggara di Filipina. Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis kawasan telah dibahas, mulai dari kerja sama ekonomi, stabilitas regional, hingga penguatan hubungan antarnegara anggota ASEAN.
Selain itu, Presiden Prabowo juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam kunjungan ke Moskow beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai peluang kerja sama yang menjadi kepentingan bersama kedua negara maupun ASEAN.
“Beberapa waktu lalu Presiden sudah bertemu Presiden Putin dan membicarakan banyak hal terkait hubungan bilateral maupun berbagai isu strategis lainnya,” ujar Prasetyo.
Sebagai pengganti Presiden Prabowo, pemerintah menugaskan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk memimpin delegasi Indonesia dan mewakili pemerintah dalam seluruh agenda KTT ASEAN-Rusia di Kazan.
Forum ASEAN-Rusia tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari peringatan lebih dari 30 tahun hubungan kemitraan antara ASEAN dan Rusia. Hubungan kedua pihak bermula pada 1991 dan semakin berkembang setelah Rusia resmi menjadi mitra dialog penuh ASEAN pada 1996.
Kerja sama tersebut terus diperkuat hingga mencapai tonggak penting melalui penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis ASEAN-Rusia pada 2018. Melalui pertemuan di Kazan, kedua pihak diharapkan dapat semakin mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, serta isu-isu strategis kawasan dan global.
Meski Presiden Prabowo tidak hadir secara langsung, pemerintah memastikan Indonesia tetap berpartisipasi aktif dan berkomitmen memperkuat hubungan ASEAN-Rusia melalui kehadiran delegasi resmi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono.
