Libur Sekolah 2026, Kemenpar Ajak Wisata Seru #DiIndonesiaAja
Kemenpar gelar jumpa pers tentang libur sekolah (Foto: Birkom Kemenpar)
El John News, Jakarta-Libur sekolah selalu menjadi momen yang dinanti jutaan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Tahun ini, suasana liburan diperkirakan semakin semarak dengan hadirnya berbagai promo wisata, potongan harga transportasi, paket perjalanan menarik, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang memudahkan masyarakat menyusun rencana perjalanan. Melalui kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja”, pemerintah mengajak masyarakat menikmati beragam destinasi wisata dalam negeri sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur sekolah 2026 dengan menjelajahi berbagai destinasi wisata yang berada di sekitar tempat tinggal. Kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” diharapkan mampu mendorong masyarakat menikmati perjalanan yang lebih dekat, hemat, mudah dijangkau, namun tetap memberikan pengalaman berlibur yang berkesan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan pola perjalanan wisata masyarakat kini mengalami perubahan. Wisatawan semakin memilih destinasi yang lebih dekat dengan waktu tempuh singkat serta biaya yang lebih efisien sehingga mampu memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian daerah.
“Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah,” kata Nia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren tersebut terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Nia, mayoritas masyarakat kini lebih mengutamakan perjalanan yang fleksibel, nyaman, dan ekonomis. Bahkan, sepanjang 2025, perjalanan antarkabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi penyumbang terbesar wisatawan nusantara dengan porsi mencapai 67,7 persen dari total perjalanan nasional.
“Pola ini juga sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan cenderung memilih destinasi terdekat karena lebih hemat biaya, mudah diakses, dan menawarkan beragam atraksi yang belum banyak dieksplorasi,” ujarnya.
Untuk mendukung kemudahan masyarakat merencanakan liburan, Kementerian Pariwisata menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama MaiA. Platform tersebut dapat membantu wisatawan menentukan destinasi, menyusun itinerary, hingga memilih paket wisata sesuai kebutuhan dan anggaran.
Selama musim libur sekolah, Kemenpar juga bekerja sama dengan pelaku industri pariwisata menghadirkan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri. Paket tersebut menawarkan beragam pilihan wisata alam, budaya, bahari, hingga petualangan keluarga di sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Destinasi yang ditawarkan antara lain berada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pilihan harga yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing wisatawan,” ujar Nia.
Selain paket wisata, pemerintah bersama Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI juga meluncurkan program BINA Holiday & Back to School 2026. Program tersebut menghadirkan diskon hingga 50 persen melalui 800 merek, 80 ribu gerai, dan 414 pusat perbelanjaan di 24 provinsi guna mendorong konsumsi domestik selama musim liburan.
Di akhir pemaparannya, Nia kembali mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi AI MaiA sebagai teman perjalanan digital agar proses merencanakan liburan menjadi lebih praktis.
“Mari rencanakan liburan cara baru #DiIndonesiaAja bersama teman perjalanan digital berbasis AI, MaiA,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, memastikan seluruh destinasi wisata telah dipersiapkan untuk menyambut meningkatnya mobilitas wisatawan selama musim libur sekolah. Kesiapan tersebut dilakukan melalui penerapan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) agar wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
“Kami berharap setiap wisatawan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan, aman, dan menjadi kenangan indah selama berlibur di Indonesia,” ucap Imam.
Pemerintah juga memperkuat langkah mitigasi risiko melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan kawasan rawan bencana, hingga penyediaan berbagai modul CHSE bagi pengelola destinasi wisata.
“Berbagai modul telah disiapkan, termasuk modul penanganan keracunan pangan, sebagai acuan bagi pengelola destinasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan,” kata Imam.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Pariwisata Mochamad Achir mengatakan pemerintah turut memberikan stimulus berupa potongan harga berbagai moda transportasi massal, mulai dari pesawat, kereta api, hingga angkutan laut agar masyarakat semakin mudah melakukan perjalanan wisata selama libur sekolah.
“Program ini diharapkan semakin mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata domestik. Namun, sebagian besar diskon berlaku untuk layanan kelas ekonomi sesuai periode yang telah ditetapkan,” tutur Achir.
