Bahlil Tegaskan Proyek Blok Masela Bebas KKN, Jangan Titip Tim Sukses
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sambutan pada acara pelaksanaan Proyek Abadi LNG Blok Masela (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
El John News – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, agar pelaksanaan Proyek Abadi LNG Blok Masela dijalankan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN). Menurutnya, proyek strategis nasional tersebut harus dikelola berdasarkan kompetensi dan tata kelola yang baik, bukan kepentingan politik.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pelaksanaan proyek tidak boleh diperlakukan seperti proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, seluruh proses harus dijalankan secara profesional tanpa adanya praktik titip-menitip maupun kepentingan kelompok tertentu.
“Untuk pekerjaan yang ada di wilayah ini akan diprioritaskan untuk pengusaha lokal. Saya minta untuk Gubernur dan Bupati (setempat), ini bukan proyek APBD, jadi harus profesional, jangan taro tim sukses, KKN di sini, kerjakan dengan profesional agar maksimal,” kata Bahlil.
Meski memberikan prioritas kepada pelaku usaha daerah, Bahlil menegaskan kesempatan tersebut harus diberikan kepada pihak yang memiliki kemampuan dan memenuhi standar yang dibutuhkan. Menurutnya, profesionalisme harus tetap menjadi dasar utama dalam setiap proses pelaksanaan proyek.
Selain itu, pemerintah juga memastikan masyarakat sekitar akan memperoleh manfaat langsung melalui penyerapan tenaga kerja. Pada masa puncak konstruksi, Proyek Abadi LNG Blok Masela diperkirakan mampu menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja, dengan sekitar 30 persen di antaranya ditargetkan berasal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Tak hanya membuka lapangan pekerjaan, proyek dengan nilai investasi sekitar 20 hingga 22 miliar dolar AS atau setara Rp300–330 triliun itu juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pengusaha lokal dalam penyediaan barang dan jasa selama masa pembangunan maupun operasional.
Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, Blok Masela diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Pemerintah berharap proyek tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pengembangan UMKM, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberdayakan masyarakat lokal melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.