Para Finalis Miss Earth Indonesia 2017 Nilai Pembekalan Karantina Sangat Bermanfaat

0
Talent Show

Tidak terasa sudah sebelas hari  30 Finalis Miss Earth Indonesia menjalani masa karantina di Hotel Ibis Budget, Daan Mogot, Jakarta. Sudah banyak materi yang didapat dari para finalis melalui pembekalan-pembekalan yang di berikan dari pihak EL JOHN Pageants selaku pihak penyelenggara. Para finalis pun ikut memberikan testimoninya terkait pembekalan yang diikutinya sejak pertama kali masa karantina pada 8 Juli 2017 lalu, diantaranya Wulandari.

Finalis nomer urut tiga ini mengaku banyak yang diperoleh dari karantina ini, mulai dari pembentukan karakter hingga mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan lingkungan hidup. Menurut wanita yang akrab disapa Wuland ini, pembekalan yang diikutinya tersebut seperti kuliah, karena materi-materi  yang dipaparkan dalam pembekalan sangat berbobot dan berguna untuk dirinya.

“Bermanfaat dan berbobot banget materi yang diberikan. Yang terkesan tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu, aku  jadi tau RTH itu gimana, syarat-syaratnya apa aja terus gimana cara mengelolahnya sesuai dengan kebutuhan masyrakat. Udah begitu tentang limbah. Nah limbah masalah yang sangat krusial banget ternyata limbah dapat menyebabkan satu kampung itu sakit.  Nah itu yang harus kita antisipasi dan jangan ada lagi limbah di lingkungan warga, ujar Wuland saat diwawancara oleh Redaksi EL JOHN News di Hotel Ibis Budget, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Hal serupa juga disampaikan finalis lainnya, Wildan Octaviana Situngkir. Wanita cantik asal Kalimantan Barat ini mengaku pembekalan yang sangat berkesan untuk dirinya adalah pembekalan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Pembekalan dari KLHK ini dinilai Wilda bermanfaat sekali karena sesuai dengan misi dan visi Miss Earth Indonesia.

Yang paling berkesan pembekalan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dari ibu Jo (Direktur Kemitraan Lingkungan KLHK Jo Kusuma Dewi.Red) ada tiga M yang dibagikan ke kami semua. Kami sebagai finalis Miss Earth dan 30 Finalis Miss Earth lainnya  harus melaksanakannya yang pertama mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil dan mulai dari sekarang,”kata wanita yang mengambil jurusan pertanian ini.

Sementara itu, finalis no urut 18, Intan Wisni Permatasari juga melontarkan hal yang sama. Wanita asal Banten ini mengatakan pembekalan  yang ia dapatkan selama  masa karantina dapat membentuk  inner beuaty dan juga   menambah pengalaman hidup yang bermanfaat. Menurut Intan, seorang Miss Earth Indonesia bukan hanya tampil cantik fisiknya saja, namun juga harus memperlihatkan kecantikan wawasan dan pemikirannya.

“Miss Earth ini tidak hanya menampilkan kecantikan fisik aja, namun juga harus menampilkan kecantikan dalam seperti pemikiran terhadap lingkungan,  terus sikap karena sangat membantu untuk lingkungan agar menjadi inspirasi dan memotivasi  masyarakat. Kita disini bukan untuk pamer kecantikan dan keseksian, karena kita disini membuktikan bahwa perempuan itu bukan hanya cantik dan seksi saja namun perempuan itu harus berintelektual dan menyayangi lingkungan juga,” kata Intan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *