Melalui Bank Dunia, Australia Akan Investasi di Tiga Destinasi Prioritas

0
10-Destinasi-Prioritas-Indonesia-Hadir-Diarena-ITB-Asia-2016-Singapore

Australia diketahui sebagai salah satu  negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Indonesia. Ternyata negeri kanguru ini,  bukan hanya sebagai negara yang warganya banyak berkunjung ke Indonesia, namun investasi yang digolontorkan Australia ke Indonesia juga menjadi salah satu investasi terbanyak dibandingkan negara-negara lain. Bahkan investasi dari Australia terus hadir di Indonesia.

Yang terbaru, Australia memberikan bantuan berupa pendanaan untuk tiga destinasi wisata di Tanah Air, yakni Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara) dan kawasan Kalimantan Utara.  Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara jumpa pers di Jakarta pada Selasa, 18 Juli 2017.

Informasi dari Luhut ini,  didapat setelah Duta Besar Australia Paul Grigson bertemu Luhut di Jakarta. Dalam pertemuan itu keduabelah pihak berdiskusi soal komitmen Pemerintah Australia untuk mencoba dan membantu meningkatkan pariwisata di Indonesia.

“Tadi pihak Australia melalui Duta Besar Paul Grigson telah menyampaikan akan membantu pendanaan melalui Bank Dunia di tiga destinasi wisata,” kata Luhut.

Menurut Luhut, bantuan dari Australia melalui Bank Dunia  ini,  merupakan bentuk kepedulian Australia terhadap 10 Destinasi Prioritas atau yang dikenal dengan 10 Bali Baru.

“Bank Dunia memang telah berkomitmen untuk membantu pendanaan pengembangan 10 Destinasi Wisata Utama

Menurut Grigson, Indonesia dan Australia memiliki hubungan baik terkait industri pariwisata. “Orang Indonesia senang berkunjung ke Australia, orang Australia senang berkunjung ke Indonesia, itu awal kerjasama yang baik,” kata Grigson.

Berdasarkan data BKPM, realisasi Investasi dari Australia pada 2016 mencapai US$ 174 juta, naik tipis empat persen dari tahun sebelumnya sebesar US$ 167 juta.

BKPM menargetkan total investasi Australia ke Indonesia dapat mencapai US$ 3 miliar atau setara Rp 39 triliun dalam 3-5 tahun ke depan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *