Wisata Cruise Semakin Bergairah Di Asia Tenggara
Direktur Kawasan Asia Tenggara yang berasal dari Princess Cruise yaitu Farriek Tawfik menjelaskan bahwa industri perjalanan wisata kapal pesiar di kawasan Asia semakin meningkat. Bahkan Peningkatannya naik jika dilihat dari pertumbuhan jumlah wisatawan yang berlibur dengan kapal pesiar sebesar 40 persen.
“Wisata kapal pesiar industri yang menarik karena pariwisata ini tergolong menarik. Kami melihat industri ini terus berkembang,” ungkap Tawfik pada Kamis 20 Juli 2017.
Tawfik mencatat bahwa melalui data dari Cruise Line International Association terdapat lebih dari dua juta orang yang berwisata pesiar di Benua Asia pada tahun 2015. Itupun termasuk wisatawan Indonesia yang turut berperan dalam wisata pesiar.
“Kalau kita lihat Indonesia itu berkontribusi sebanyak 1,9 persen atau kira-kira 40.000 orang pada tahun 2015. Sementara penduduk Indonesia itu sekitar 270 juta. Itu pasar potensialnya. Karena itu kami di sini. Ada banyak juga perusahaan kapal pesiar yang melirik pasar Asia,” papar Tawfik.
“Di Asean Tourism Forum (2017), pemerintah dari berbagai negara sudah komitmen untuk mengembangkan wisata kapal pesiar,” ujar Tawfik.
Ini juga karena posisi kawasan Asia Tenggara sangat menguntungkan dibandingkan negara-negara lain. Apalagi iklim di Asia Tenggara menjadi perhitungan bagi para wisatawan.
“Di Asia Tenggara punya suhu yang hangat sepanjang tahun. Pantainya juga bagus, budaya, dan makanannya juga lengkap,” imbuh Tawfik.
Data yang dihimpun oleh Cruise Line International Association, terdapat sekitar 172 kapal pesiar yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Sementara di Singapura, ada sekitar 391 kapal pesiar yang singgah.
