Pemkab Purwakarta Rekrut 30 Orang Jadi Ojek Pariwisata Berbasis Online

0
ojek online pariwisata

Ojek berbasis aplikasi online sudah sering kita temukan, bahkan ojek tersebut menjadi tranportasi yang paling dicari masyarakat. Bagaimana jika ojek berbasis aplikasi hanya melayani mereka yang berwisata. Ojek pariwisata berbasis online ini akan diterapkan di Kabupaten Purwakarta.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bakal merekrut ojek konvensional untuk menjadi tukang ojek pariwisata berbasis online di wilayahnya. Untuk tahap awal baru 30 orang yang bakal direkrut oleh Pemkab Purwakarta. Ke 30 orang ini nantinya akan menjadi  pemandu wisata di daerah terkecil kedua di Jawa Barat tersebut.

“Pemkab Purwakarta sedang melakukan rekrutmen tukang ojek pariwisata berbasis online. Mereka bisa dari umum atau tukang ojek konvensional yang bersedia menerima pelatihan sebagai pemandu wisata. Jadi sekaligus tukang ojek juga sebagai guide,” jelas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, kepada wartawan, Rabu, 26 Juli 2017.

Untuk pembayaran bukan sistem siapa yang banyak dapat bookingan namun para ojek pariwisata ini akan menerima gaji bulanan dan diberikan kelengkapan seragam layaknya seperti para Gojek. Sistemnya nanti akan online dengan aplikasi layanan masyarakat bernama “Ogan Lopian” milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Sistem online-nya masuk ke aplikasi Ogan Lopian. Tukang ojek ini diperlukan karena semakin banyaknya wisatawan baik dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Purwakarta tiap pekannya,” kata dia.

 

Dedi berharap kehadiran tukang ojek pariwisata ini dapat memberikan kemudahan pelayanan transportasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta. Layanan tranportasi yang satu tidak akan bekerja sendiri-sendiri namun mereka akan bersinergi dengan  Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kebudayaan daerah setempat.

“Nanti akan mendapatkan arahan juga dari dinas pariwisata tentang lokasi wisata yang ada di wilayah ini. Para wisatawan pun akan lebih mudah mendapatkan informasinya dan lebih murah tentunya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan aplikasi online Gojek di Purwakarta, Dedi menilai masih belum dianggap perlu dan mendesak.

Dedi memastikan yang bakal direkrut adalah tukang gojek konvensional bukan pengemudi Gojek yang berada di wilayah. Para tukang ojek yang mangkal yang dijadikan karyawan ojek pariwisata.

“Kalau Gojek saya pikir di Purwakarta belum perlu, karena selama ini belum pernah ada muncul permasalahan transportasi di sini. Kalau pun nanti ada, harus tukang ojek yang sudah ada yang jadi karyawannya,” pungkas Dedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *