Sejumlah Anggota DPR Tak Kebagian Kamar, Ini Bukti Pariwisata di Banyuwangi Berkembang
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memuji komitmen sejumlah Kepala Daerah dalam mengembangkan pariwisata di daerah. Kepala daerah yang mendapat pujian itu salah satunya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
“Saya menilai bupati Banyuwangi itu komitmen, ini terlihat dari adanya 72 event yang tersebar di setiap minggunya,” kata Menpar saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Rabu 26 Juli 2017.
Pujian ini disampaikan Menpar sebagai cambuk agar Kepala Daerah juga memiliki komitmen yang sama dalam memperhatikan pariwisata di daerahnya. Menurut Menpar, karena selain 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), seorang Kepala Daerah juga menjadi penentu apakah pariwisata yang dikembangkannya berhasil atau tidak.
Pujian yang diberikan Menpar kepada Bupati Banyuwangi sepertinya terbukti benar karena sejumlah anggota Komisi X yang melakukan kunjungan kerjanya ke Banyuwangi beberapa waktu lalu tidak kebagian kamar hotel. Meski pun aneh mendengarkan sekelas anggota dewan tidak mendapat kamar, namun kabar tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berhasil mengembangkan pariwisatanta. Tidak mendapat kamar sejumlah anggota komisi X DPR ini membuktikan kamar hotel sudah terisi penuh oleh para wisatawan, luar biasa.
Rombongan yang dipimpin langsung Ridwan Hisyam tersebut diikuti setidaknya 10 anggota legislatif. Rombongan diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Saba Swagatha Blambangan.
Tampak hadir pula Arzetti Bilbina, Venna Melinda dan beberapa politisi senayan lainnya. “Ini sebenarnya sebuah prestasi. Karena Banyuwangi berkembang pesat pariwisatanya. Sampai-sampai kami tidak kebagian kamar. Ini keberhasilan Banyuwangi, mengembangkan MICE atau meeting, incentive, convention dan exhibition,” ujar Ridwan.
Ridwan menilai penuhnya kamar yang terisi oleh para wisatawan tidak boleh dibiarkan begitu saja, kondisi ini harus dijadikan peluang untuk dapat mendirikan beberapa hotel berkelas lagi di Banyuwangi. Karena bicara jumlah kunjungan tidak dapat dipastikan dengan benar berapa jumlah wisatawan yang datang. Jika jumlahnya terus berkembang, Banyuwangi sudah siap meladeni jika hotel yang didirikan juga terus berkembang.
“Mungkin hotel-hotel yang di pinggir pantai atau yang kecil-kecil bisa dikembangkan sehingga bisa menerima pengunjung menginap,” kata Ridwan.
Ridwan menambahkan, kedatangan para wakil rakyat ini untuk mencari bahan tentang pengembangan wisata daerah. Pihaknya sudah lama mempersiapkan kunjungan ke Banyuwangi mengingat perkembangan pariwisata di sini.
Ridwan mengapresiasi kemajuan Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata. “Ini sebagai kunjungan awal untuk melihat secara langsung tentang geliat pariwisata di Banyuwangi yang saat ini meningkat pesat. Hasil kunjungan kami jadikan bahan untuk memberi masukan ke Kementerian Pariwisata,” terangnya.
Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan semenjak menetapkan diri sebagai kabupaten berbasis pariwisata, Banyuwangi selalu dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.
Tak jarang, saat weekend, seluruh hotel penuh. Apalagi saat di gelar beberapa kegiatan Banyuwangi Festival, bukan tidak mungkin kamar hotel penuh dan menolak adanya tamu.
Anas mengaku, saat ini masih dibangun tiga hotel berbintang di Banyuwangi. Rencananya, tiga hotel tersebut akan mulai bisa melayani tamu pada akhir tahun ini.
“Ada 4.000 kamar saat ini dan semua penuh. Rencananya ada tambahan hotel lagi diakhiri tahun ini sudah mulai beroperasi,” ujarnya.
Pelaksana Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Hariyanto mengatakan, Banyuwangi saat ini sangat berpotensi juga untuk dikembangkan sebagai tujuan MICE (meeting, incentives, conference, exhibition).
Untuk itu, berbagai sarana dan prasarana pendukung harus terus dibenahi. “Kemenpar akan mendukung branding, event festival, dan optimalisasi promosi di media sosial sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung, menginap di homestay masyarakat dan berbelanja langsung produk masyarakat lokal,” tukas Hariyanto dalam keterangan tertulisnya.
