Jelang JFC 2017, Disparbud Jember Genjot Promosi dan Persiapan

0
jfc17

Menjelang Jember Fashion Carnaval (JFC),  9 -13 Agustus 2017 mendatang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember makin getol berpromosi. Talent JFC pun ikut dilibatkan dalam setiap event yang digelar Disparbud Jember.

“Setiap kali pameran kita selalu membawa talent JFC. Kita hadir di Wisata Nusantara di Jakarta, lalu ada acara di Nusa Dua, Bali. Terus ketika ada Otonomi Ekspo dan juga pameran yang lain, selalu kita bawa,” kata Kepala Disparbud Jember, Arif Cahyono, Selasa (1/8).

Tidak hanya acara pameran saja, talent JFC juga ikut dihadirkan ketika ada acara yang menghadirkan banyak orang seperti seminar, diskusi atau pertemuan lain, di mana itu menjadi momen bagi para talent untuk ikut mempromosikan JFC.

“Di situ talent JFC kita tampilkan. Kita sampaikan bahwa  tanggal 9 sudah dimulai acaranya. Kemudian tanggal 13 Agustus ada grand final. Itu terus kita dengungkan,” kata Arif.

Promo JFC, lanjut Arif, juga disebarkan melalui media sosial. Juga melalui website resmi yang dimiliki Disparbud dan Pemkab Jember.

“Semua kemampuan kita kerahkan untuk mendukung acara JFC ini. Karena kami tidak ingin mengecewakan setelah Jember ditetapkan sebagai Kota Karnaval,” tegas Arif.

Bagaimana persiapannya saat ini? Arif mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan penginapan dan hotel yang ada di Jember. Bahkan ada dua hotel baru di Jember yang beroperasi dalam rangka menyambut even berskala internasional itu.

“Kemarin jaringan grup Waringin sudah membuka Hotel 88 di Jember. Lalu ada Dafam Hotel yang akan beroperasi sebelum berlangsungnya JFC. Selain itu penginapan-penginapan lainnya selain hotel juga sudah kami persiapkan,” terang Arif.

Disparbud Jember juga tidak mau melewatkan event ini tanpa memanfaatkan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman), pihaknya tenvah menggandeng agen perjalanan wisata.

“Sudah kita koordinasikan. Bagaimana nantinya para agen wisata ini bisa memanfaatkan momen JFC. Sebab bisa jadi para tamu yang datang ke Jember ini bukan hanya untuk melihat JFC, tapi juga ingin melihat tempat wisata yang ada di Jember. Nah, kita sampaikan ke agen perjalanan wisata ini untuk memanfaatkan momen itu,” ungkap Arif.

Dukungan lain yang diberikan Pemkab Jember untuk JFC, lanjut Arif, adalah adanya pembebasan pajak reklame untuk even tersebut. Baik itu yang berbentuk baliho, banner maupun selebaran.

“Juga kita siapkan pengamanan, tribun, pagar dan lain-lain. Ini merupakan salah satu bentuk support kami agar JFC bisa berjalan sukses,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017 sudah sangat eksis di nasional dan layak dipromosikan ke global level. Karena itulah dirinya telah menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval.

“Sudah 16 tahun JFC 2017 menginspirasi banyak karnaval di tanah air,” kata Menteri Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, dari sisi cultural value, kreativitas JFC itu sudah layak dijadikan magnet untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. “Semua orang mengakui, Jember Fashion Carnaval itu berkelas dunia,” ujar Arief Yahya.

Hanya saja, commercial value-nya ataufinancial value-nya masih belum terlalu menarik. Belum bisa dikapitalisasi dengan baik. Dengan menaikkan status, menjadi event dunia, berstandar international, ini akan mengangkat JFC dan Kota Jember itu sendiri,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Menteri Arief Yahya menyebut, semangat yang harus dijaga adalah ‘Indonesia Incorporated’. Bangsa ini harus bersatu, mensinergikan seluruh kekuatan, memperkuat semua lini.

“Begitupun di Jember Fashion Carnaval. Jika ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah menuju satu cita-cita. Karenanya Kota Jember harus di-set menjadi Kota Karnaval,” kata Menpar Arief Yahya.

Kemasan acaranya, fasilitasnya harus berstandar dunia, tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang sempit. Bagi Arief Yahya, hal itu perlu dilakukan lantaran cultural value Indonesia sudah terkenal hingga ke seluruh dunia.

“Kreasi kostum karnaval Indonesia memang bagus-bagus. Dari Jember Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnaval, Malang Carnival, Batik Solo Carnaval, nama-namanya sudah mendunia. Jadi persiapannya harus sungguh-sungguh,” ujar Menpar Arief Yahya.

Jika dipetakan, lanjut Menpar Arief Yahya, daya tarik industri pariwisata Tanah Air bersumber pada 60 persen budaya, 35 persen alam dan 5 persen meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). Festival ini, ungkapnya, secara tidak langsung juga bisa membangkitkan gairah MICE di Jember.

“Jika dihubungkan dengan airlines, Jember sudah sukses menjadi bandara perantara. Jumlah hotel baru sudah ada sekitar 35 unit. Selanjutnya, Jember perlu mengembangkan destinasi-destinasi lainnya karena dunia sudah mengenal JFC. Agustus selalu ramai sekali, lalu kembali sepi sehingga JFC perlu menyiasati untuk menjual paket-paket wisata lainnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *