Kisah sukses berawal dari pertanian

0

adi_pramudya_singkong

Untuk menemukan suatu ide usaha memang tidaklah mudah karena biasanya ide tersebut datang di saat yang tida kita sangka-sangka dan salah satunya Adi begitu akrab ia disapa menemukan sebuah tanah kosong seluas 5 hektare di sekitar Bogor. Dan mengubahnya menjadi areal pertanian khusus rempah-rempah. Dimana setiap satu hektare tanah yang ditanami kencur, lengkuas, dan kunyit dapat menghasilkan 35 sampai 40 ton rempah-rempah. Sehingga setiap musim panen, Adi Pramudya mampu meraih keuntungan lebih dari Rp. 300 juta. Pendek kata, usaha bertani rempah-rempah atau bumbu dapur yang dikelola Adi berkembang pesat sehingga pria yang pekerja keras ini pada tahun 2012 mendirikan perusahaan pertanian bernama CV Anugerah Adi.

Berbagai prestasi dan penghargaan telah Adi dapatkan dari jiwa wirausaha bertanam rempah-rempah. Salah satunya Adi Pramudya meraih juara pertama lomba Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pria yang supel dan dermawan ini mengakui kesuksesannya selama ini tidak didapat secara mudah dan instant, melainkan harus melalui berbagai proses perjuangan. Menurutnya, jika seseorang ingin menjadi pengusaha yang berhasil maka ia harus memiliki jiwa pantang menyerah seperti halnya dirinya. Dimana Adi mengakui sebelum memulai usaha bertanam rempah, ia menjalankan usaha menanam singkong.

Namun ternyata usahanya gagal karena harga singkong di pasar sangat murah Rp.700 perkg membuat ia memiliki sedikit keuntungan sekitar Rp. 5 juta sekali panen. Hal tersebut tidak menyurutkan langkah Adi untuk menekuni usaha agribisnis. Kemudian ia bertanam rempah-rempah yang untungnya berlipat-lipat. Usaha pertanian rempah-rempah sangat kecil kemungkinan terjadinya gagal panen dan perawatannya mudah sekali.

Maka tak heran jika pertengahan 2014 lalu, Adi Pramudya berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014, dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Prestasi bidang pertanian menghantar nama Adi Pramudya sebagai wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014. Saat itu, Adi membawa nama usaha “CV Anugerah Adi”. Nama CV Anugerah Adi memang sudah dirintisnya sejak tahun 2012, mula-mula dari lahan seluas 5 hektare (ha). Setiap ha lahan untuk menanam lengkuas, kencur dan kunyit, bisa menghasilkan 35 ton hingga 40 ton rempah.

Jadi, setiap masa panen tiba, dia bisa meraup omzet hingga Rp 300 juta. Menjadi pengusaha sukses memang butuh semangat pantang menyerah. Sebelum tertarik pada rempah-rempah, Adi pernah mencoba agribisnis singkong tetapi harga di pasaran tidak bersahabat. Kisaran harga singkong di pasaran hanya Rp 700 per kilogram (kg). Dari penjualan hasil panen, dia hanya mendapatkan untung bersih sekitar Rp 5 juta.

Namun ternyata, kegagalan besar tidak berlaku ketika Adi beralih membudidayakan rempah-rempah. Laba bersih bisa diperolehnya berkali-kali lipat. Menurut Adi, dengan membudidayakan rempah-rempah dapur, dia bisa mengantongi omzet Rp 70 juta per ha dengan profit 40%-50%. Perawatannya juga sangat mudah dan kecil kemungkinan terjadi gagal panen. Sampai kini, pasar ekspor rempah ke luar negeri seperti negara Jerman dan Belanda, berhasil dirambah pengusaha muda ini. Bahkan untuk musim panen pertengahan tahun 2015, Adi mematok target untuk omzet hingga Rp 750 juta, seiring perluasan lahan dari 5 ha menjadi 11,5 ha. Dia juga berniat untuk menanam komoditas jahe. Tanaman ini memerlukan modal cukup besar. Untuk satu ha itu menghabiskan dana Rp 70 juta−Rp 80 juta. Apakah anda sudah terinspirasi degnan kisah berikut ini, semoga anda bisa segera memneukan ide yang baik ya. (arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *