Sumbar Pilih Mandeh dan Gunung Padang Untuk Dipromosikan Kepada Investor Mancanegara

0

 

Regional Investment Forum (RIF)   yang digelar di Provinsi Sumatera Barat resmi dibuka. Forum ini berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Oktober 2017. Ternyata Sumatera Barat bukan hanya sekedar menjadi tuan rumah, namun memanfaatkan forum tersebut untuk mempromosikan sejumlah destinasi wisata di Sumatera Barat kepada para investor.

Investor mancanegara yang datang ke forum ini pun jumlahnya tak tanggung-tanggung yakni sebanyak 114 investor yang akan meramaikan forum investasi tersebut.  Investor mancanegara yang hadir diantaranya Jepang, Amerika Serikat , Singapura, Tiongkok dan Inggris. Semua bakal dibuat terpanah mendengar paparan investasi di destinasi wisata di Sumatera Barat, pasalnya investasi  di Sumatera Barat memiliki prospek yang cerah bagi para investor.

“Sumatera Barat sangat terbuka bagi bisnis dan investasi,” ujar Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, beberapa waktu lalu.

Di Forum ini Sumatera Barat menjagokan Mandeh dan Gunung Padang yang menjadi dipromosikan kepada para investor. Kedua destinasi wisata tersebut memiliki alasan yang kuat kenapa dipilih untuk dipromosikan.

“Keindahan Gunung Padang, Pantai Mandeh, serta kelezatan makanan khas Padang siap menyambut investor asing dan domestik yang akan datang,” ujarnya.

Kawasan Mandeh sudah lama dikenal akan keindahannya. Bahkan kawasan ini dikenal sebagai “Raja Ampatnya  Sumatera Barat”. Julukan tersebut diperkuat dengan bebrapa pulau kecil yang masih terjaga dan berada di teluk. Itu belum termasuk kehidupan budaya masyarakatnya yang kental sehingga sangat menarik untuk menjadi destinasi wisata.

Selain itu, jarak antara Wisata Mandeh dan Kota Padang tidak begitu jauh yakni hanya berjarak 56 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.

Gunung Padang juga tak kalah menariknya untuk dipasarkan kepada investo. Bukit kecil dengan ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut itu memiliki panorama yang indah dan situs sejarah yang kuat.

Dalam RIF 2017, kawasan Mandeh dan Gunung Padang akan dipromosikan bersama dengan enam dari 10 destinasi pariwisata “Bali Baru” yang merupakan prioritas pemerintah. Yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah) dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur).

Hingga kini, tercatat kurang lebih 66 pertemuan telah dijadwalkan antara investor dengan pemerintah daerah maupun pengusaha setempat untuk menjajaki peluang investasi di sektor pariwisata.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan di ajang RIF inilah yang waktu tepat untuk mengetahui lebih jauh soal destinasi investasi Indonesia yang paling seksi saat ini. “Sekarang saatnya investasi di ‘Bali-Bali Baru’,” ujar Thomas Lembong.

Data BKPM, Thomas menjelaskan selama periode 2010 hingga 2016 realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 20 persen per tahun dan menyerap 221 ribu tenaga kerja. Kemudian dari data realisasi investasi pariwisata pada Semester I Tahun 2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 929,14 juta dolar AS atau Rp 12,4 triliun.

“Nilai ini tumbuh 37 persen dari realisasi investasi pariwisata pada semester I tahun 2016. Ini tentu menunjukkan bagaimana ruang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar,” ujar Thomas Lembong.

Karena itu ia mengajak investor asing dan domestik untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Investasi yang dilakukan investor di sektor pariwisata akan memiliki return yang baik.

Contoh rilnya bisa berpijak pada investasi yang dilakukan investor di Bali pada 10 tahun silam. Dari paparanya, jika investor menanamkan modalnya di Bali sepuluh tahun silam dalam bentuk hotel, resort dan vila, maka sekarang pasti sedang menikmati keuntungan dari perkembangan sektor pariwisata di Indonesia.

“Ini tentu menunjukkan bagaimana ruang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar,” kata Thomas.

Menurut Thomas, dirinya mengajak investor untuk melihat bagaimana profil-profil destinasi pariwisata tersebut dalam forum Regional Investment Forum (RIF).

https://www.youtube.com/watch?v=1qNwfKfOamo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *