Kelahiran Anoa Kedua,  Harapan Baru Konservasi Satwa Yang TerancamPunah

0
Arin_Anoa ana dan anaknya 2017ecr.jpg 2 (1)

Upaya konservasi satwa liar yang dilakukan Kementerian LHK kembali memperoleh hasil yang menggembirakan. Hal ini ditandai dengan kelahiran anakanoa (Buballus sp.) yang kedua secara normal dan tanpa bantuan medis diAnoa Breeding Centre (ABC) BP2LHK Manado.

Seperti diberitakan sebelumnya pada hari Rabu, 8 Nopember 2017 pukul 21.38 WITA anoa Ana melahirkan bayi betina denganberat ± 3,5 kg, panjang ± 60 cm, dan tinggi ± 50 cm di kandang ABC BP2LHK Manado.

Dalam konferensi pers yang dihadiri puluhan awak media baik lokal maupun nasional, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado, Dodi Garnadi, menyatakan ini adalah kelahiran kedua anoa di ABC BP2LHK Manado.

“Kalau kelahiran anoa pada tanggal 7 Pebruari lalu denga nbantuan tenaga medis karena posisi anak anoa yang sungsang maka untuk kali ini kelahiran berlangsung secara alami tanpa bantuan medis,” ujarDodi.

Lebih lanjut Dodi juga menambahkan bahwa kelahiran alami kali ini tidak lepas dari kerja keras para peneliti di ABC BP2LHK Manado yang telah mengamati perilaku anoa dari kelahiran sebelumnya. “Aktivitas fisik yang cukup selama kebuntingan karena anoa Ana dipindahkan kekandang yang lebih luas pada  usia kebuntingan 8 bulan (bulan Agustus), dimana luasan kandang ini cukup memadai untuk persiapan proses kelahiran serta manajemen pakan yang baik juga berpengaruh terhadap kelahiran alami anoa kali ini, yakni komposisi pakan adalah 10% dari berat badan dengan jenis pakan yang diberikan adalah rumput, daun, dan buah-buahan, dimana kacang dan buah-buahan komposisinya lebih banyak

lanjut Dodi. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Ditjen KSDAE KLHK, Bambang Dahono Adji, yang juga ikut memberikan keteranganpers mengatakan sangat bersyukur atas kelahiran anoa untuk kali kedua apalagi secara alami tanpa bantuan medi smengingat anoa susah di breeding di alam.

“Saya sangat mengapresias ikeberhasilan Tim ABC BP2LHK Manado atas kelahiran kedua ini karena anoa susah di-breeding di alam  dan kita juga patut berbangga karena ini adala hhasil riset teman-teman peneliti seperti mengamati perilaku dari awal dikawinkan hingga tim dari ABC ini melakukan persiapan dengan matang sampai kelahiranini berhasil secara alami,” ungkapBambang.

SepertidiketahuiAnoa (Buballus sp.) menjadi salah satu pengisi keanekaragaman hayati di kawasan Wallacea yang perlu diperjuangkan kelestariannya. Anoa adalah hewan endemik Sulawesi yang saat ini termasuk dalamkategorigentingdandilindungiolehUndang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. AnoajugadigolongkansebagaisatwaterancampunahdalamIUCN Red List of Threatened Animal dan masuk kedalam Appendix I CITES. Kelahiran anoa ini tentu saja membawa angin segar dan harapan baru bagi konservasi menginga tpopulasi anoa yang terus menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *