GIPI Gelar Rakernas Untuk Perkuat Program Pariwisata Nasional

0
20171127_104949

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) hari ini, Senin, 27 November 2017, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di hotel Le Meridien, Jakarta. Rakernas dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang diwakili Sekretaris Kementerian Ukus Kuswara. Menpar berhalangan hadir karena harus mengkoordinir penanganan Erupsi Gunung Agung di Bali bersama Tim Crisis Center.

Rakernas kali ini mengambil tema “Bersama Meningkatkan Kerjasama Industri Pariwisata Untuk Menuju Pencapaian 20 Juta Wisman (Wisatawan Mancanegara) di tahun 2019”. Rapat dihadiri oleh Pengurus GIPI daerah,  organisasi-organisasi kepariwisataan yang menjadi anggota GIPI, industri pariwisata mulai dari hotel, travel hingga penerbangan dan media. Ada tamu kehormatan yang datang di Rakernas tahun ini, yakni kedatangan pihak perbankan dan lembaga keuangan non bank.

Dalam sambutannya, Ketua umum GIPI Didien Junaedy menyambut baik kehadiran para perbankan di Rakernas ini. “Rakernas ini merupakan rekernas spesial karena berkumpulnya para banker yang biasanya tidak pernah. Kami sampaikan tadi kepada bapak-bapak dari perbankan bahwa ini adalah rapat awal dimana koordinasi daripada industri pariwisata dengan para perbankan-perbankan maupun bidang keuangan non bank sangat penting untuk pertumbuhan pariwisata nasional,” kata Didien.

Menurut Didien rekenas ini menjadi momentum untuk mempertajam program GIPI sebagai strategi untuk meningkatkan kegiatan penjualan produk wisata secara maksimal.

“Tahun ini sebagai momentum untuk menyusun program kerja serta meningkatkan kerjasama yang lebih maksimal sebagai upaya mencapai target kunjungan 20 juta wisman di tahun 2019 mendatang,” ujar Didien.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya  mengatakan strategi untuk membangun pariwisata sesuai dengan target nasional yang memerlukan peran dan dukungan dari semua elemen yang tergabung dalam sinergitas pentahelix (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media). Sementara itu, GIPI sebagaimana amanat Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan menjadi payung bagi seluruh organisasi pariwisata di Indonesia dan menjadi mitra kerja pemerintah.

“GIPI berperan sebagai ujung tombak dalam mendukung pencapaian target pemerintah sebagaimana perannya industri adalah leading sedangkan goverment sebagai supporting,” kata Uus dalam sambutannya membacakan amanat Menteri Pariwisata untuk rakernas GIPI.

Menurut Uus saat ini adalah era digital, bahkan digitalisasi menjadi masa depan yang mencerahkan, termasuk pariwisata yang sangat berkaitan dengan teknologi digital. Fakta itu terlihat dari generasi milenial sebagai generasi terbanyak menggunakan teknologi digital utamanya untuk hal-hal yang berkaitan dengan pariwisata. Karena itu, dalam rakernas ini dapat menguatkan Indonesia Incoporated untuk menghadapi era digital.

“Karena itu kualitas usaha pariwisata harus kita dukung bersama-sama karena di zaman digital ini tidak bisa kita sendiri-sendiri kita harus bersama-sama menyatu, bersinergi satu sama yang lain karena jika kita tidak bisa bersama-sama, kebersamaan menjadi suatu yang mahal maka kita akan tergulung dengan sendirinya. Karena itu dalam raketnas ini untuk membangun Indonesia Incorporated harus dikuatkan,” ujar Uus.

Di rakernas ini, GIPI menggelar sejumlah pemaparan yang diberikan oleh perwakilan pemerintah maupun industri pariwisata. Pemaparan ini nantinya dapat dijadikan kesimpulan untuk program kerja GIPI kedepan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *