Jamur Termahal Kedua di Dunia Tumbuh di Gunung Rinjani
Rinjani, gunung tertinggi kedua di Indonesia ini menyimpan sejuta berkah bagi masyarakat di sekitarnya. Keindahan berikut pesonanya tak dapat terelakkan lagi. Gunung dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut ini dipercaya oleh sebagian masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai tempat bersemayam para dewa.
Keelokan Rinjani belum lama ini kembali menjadi sorotan. Di gunung ini ditumbuhi berbagai jenis flora. Dari sekian jenis flora yang ada di kawasan konservasi tersebut, ada satu jenis yang ternyata memiliki nilai ekonomi relatif mahal. Tumbuhan tersebut adalah jenis jamur bernama “morels” (morchella spp).
Morels adalah jamur saprofit yang dapat dikonsumsi. Jamur ini memiliki habitat di tanah kaya humus, daun yang sudah mati, dan batang pohon meranggas.
Jamur yang tergolong hanya bisa tumbuh di daerah tropis tertentu itu pertama kali ditemukan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Teguh Rianto.
Penemuan jenis jamur termahal di dunia tersebut hanya secara kebetulan ketika melakukan patroli di dalam kawasan taman nasional pada 2009.
Jamur “morels” tak hanya laku di pasar dalam negeri, tetapi juga permintaan dari bebagai negara juga cukup tinggi dan harganya relatif mahal dibandingkan jenis jamur pada umumnya.
Jenis jamur “morels” yang tumbuh di lereng Gunung Rinjani, berpeluang untuk dieskpor ke berbagai negara.
Peluang pasar jamur “morels” masih sangat besar karena peminatnya adalah negara-negara di kawasan Eropa dan Asia.
Flora tersebut sudah terbukti secara ilmiah mengandung zat untuk kekebalan tubuh manusia, antioksidan, antibiotik, vitamin D, D2 dan D3, mengandung senyawa yang mampu melindungi hati dan efek samping dari obat-obatan.
“‘Morel’ adalah jenis jamur termahal kedua di dunia, setelah jamur ‘truffles’. Makanya kami termotivasi untuk melakukan riset, meskipun pelaksanaannya pada 2017 atau delapan tahun setelah adanya penemuan di Gunung Rinjani,” ujarnya.
