Festival Bau Nyale 2018 Diramaikan dengan Turnamen Voli Pantai Internasional

0
images

Festival Bau Nyale 2018 akan menjadi lebih semarak dengan hadirnya event turnamen voli pantai yang digelar 24 Februari hingga 1 Maret 2018. Adanya sport tourism ini diyakini mampu menarik minat banyak wisatawan.

Enam negara sudah dipastikan tampil dalam ajang yang digelar di Pantai Seneg, Lombok Timur. Diantaranya Makau, Jepang, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Dari jumlah itu, sedikitnya 26 paspor asing bergabung di kompetisi ini.

Singapura menjadi delegasi asing terbesar dengan mengirimkan 7 orang. Selanjutnya Malaysia dan Timor Leste yang sama-sama berkekuatan 6 orang. Tim-tim luar negeri direncanakan berada di Lombok.

Enam kontestan asing ini akan bersaing dengan 9 tim lokal. Yaitu dari Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, juga DI Yogyakarta.

Daerah lain yang juga ambil bagian adalah Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan tentunya tuan rumah Nusa Tenggara Barat (NTB). NTB jadi kontingen terbesar dengan menurunkan 5 tim putra dan 5 tim putri.

“Jumlah peserta cukup banyak. Ada 28 tim putra dan 21 tim putri. Untuk ofisial ada 18 orang. Totalnya ada 112 orang yang berpartisipasi di kejurnas plus ini. Banyaknya peserta ini menjadi daya tarik, apalagi voli pantai sangat familiar di sini,” papar Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Lombok Tengah Ilham Subari.

Untuk memeriahkan suasana, pertunjukan music DJ dan aksi pemandu sorak disiapkan. Mereka akan beraksi di opening ceremony.

Total hadiah yang disiapkan sebesar Rp84 juta. Rinciannya, tim juara mendapatkan Rp15 juta. Runner up diberi Rp10 juta, lalu tim urutan tiga berhak atas Rp7 juta. Hadiah Rp2 juta juga diberikan bagi tim di urutan 4 hingga 8 besar.

“Kami optimistis kejuaraan ini akan menyedot banyak wisatawan. Sebab, para wisman yang berada di sekitar lokasi mulai menanyakan event ini. Semoga event ini sukses,” jelasnya.

Optimisme NTB pun diacungi jempol oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Sport tourism menjadi salah satu magnet wisatawan. Sangat ideal untuk branding potensi pariwisata. Apa yang mereka lakukan luar biasa. Mereka itu ternyata memiliki target lebih besar. Kalau kompetisi level Asia Pasifik bisa digelar di NTB tentu sangat positif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *