Bekraf dan BPS Berhasil Realisasikan Buku Statistik Ekonomi Kreatif

0
bpsekraf

Sebuah langkah nyata yang berdampak sangat signifikan dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menerbitkan serangkaian Buku Statistik Ekonomi Kreatif. Buku ini menyajikan angka statistik ekonomi kreatif dari tahun 2010 hingga 2016. Statistik Ekonomi Kreatif ini diharapkan dapat menyajikan fakta dan data akurat sebagai basis pengambilan keputusan dan kebijakan, serta evaluasi perkembangan ekonomi kreatif.

Selain itu, bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) maupun masyarakat luas dapat memanfaatkan informasi terkini tentang potensi ekraf di Indonesia sekaligus memperoleh perspektif baru yang dapat menunjang perkembangan usahanya ke depannya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, yang diwakili Ricky Joseph Pesik menjelaskan bahwa penerbitan Buku Statistik Ekonomi Kreatif merupakan salah satu program penting Bekraf dalam upaya agar kinerja ekonomi kreatif dapat semakin terukur, khususnya diihat dari pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB), ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

“Pendapatan Ekonomi Kreatif (ekraf)  di tahun 2016 adalah sebesar Rp922,59 triliun rupiah atau naik menjadi 7,44 % terhadap total PDB Nasional. Selain itu, tingkat penerapan tenaga kerja kreatif juga meningkat. Secara ekspor banyak sekali produk ekonomi kreatif yang telah dinikmati pasar luar negeri, terutama dari subsektor Fashion, Kriya, dan Kuliner yang mendominasi pasar ekspor produk kreatif Indonesia. Sebagai poros ekonomi yang tidak berbasis sumber daya alam dan komoditas semata, ekraf bila dikembangkan dengan tepat dan berdasarkan fakta statistik yang akurat dapat menjadi tulang punggung pendorong kemajuan perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, hal ini pada akhirnya akan menjadi landasan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih terarah lewat sertifikasi dan akreditasi profesi, yang tentu saja berujung pada peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan peningkatan kontribusi ekonomi kreatif pada PDB.
Terdapat 13 Buku Statistik Ekonomi Kreatif mengenai potensi, pertumbuhan, dan pencapaian ekraf Indonesia, yaitu Profil Usaha/Perusahaan 16 Subsektor Ekraf Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016), Ekspor Ekonomi Kreatif 2010-2016, Klasifikasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014, Laporan PDB Ekonomi Kreatif Tahun 2014-2016, Penyusunan PDRB Ekraf 5 Provinsi 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha, Laporan Penyusunan PDRB Ekraf Provinsi Sumatera Utara 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha, Laporan Penyusunan PDRB Ekraf Provinsi Jawa Barat 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha, Laporan Penyusunan PDRB Ekraf Provinsi Jawa Timur 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha, Laporan Penyusunan PDRB Ekraf Provinsi D.I. Yogyakarta 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha, Laporan Penyusunan PDRB Ekraf Provinsi Bali 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha, Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2010-2016, Upah Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2010-2016, dan Tabel Input Output Updating Ekonomi Kreatif 2014.
“Harapan kami, Buku Statistik Ekonomi Kreatif ini dapat memberikan perspektif terkini tentang peluang dan potensi ekraf Indonesia. Selain itu, hasil penghitungan statistik ini juga akan membantu Bekraf menemukan solusi strategis untuk tantangan-tantangan dalam mengembangkan potentsi ekonomi kreatif di Indonesia. Keseluruhan buku ini dapat diunduh langsung di www.bekraf.go.id,” tutup Ricky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *