PT Astra Internasional Resmi Rilis Laporan Keuangan 2017, Laba Grup Terdongkrak 25%

0
Foto 1(1)

Pada hari Selasa (27/2), redaksi Eljohnnews.com telah menerima rilis resmi dari PT Astra Internasional terkait laporan pendapatan bersih terkonsolidasi tahun 2017, yang tercatat sebesar Rp 206,1 triliun, angkanya terindikasi naik 14 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 181,1 triliun. Laba bersih Grup menjadi Rp 18,9 triliun, naik 25 persen dari Rp 15,2 triliun tahun 2016.

“Setelah mencetak kinerja keseluruhan yang baik pada tahun 2017, Grup Astra diharapkan dapat terus diuntungkan dari membaiknya kondisi ekonomi serta stabilnya harga komoditas, meskipun persaingan di pasar mobil akan terus meningkat,” kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Grup Astra, dalam keterangan resminya hari ini.

Pertumbuhan Astra ini tidak bisa dipungkiri juga turut ditopang oleh unit bisnis perbankan PT Bank Permata Tbk, keuntungan yang tinggi dari bisnis alat berat dan pertambangan yang disebabkan naiknya harga komoditas, yang juga berdampak positif terhadap kinerja usaha divisi agribisnis. Namun, kontribusi dari bisnis otomotif menurun akibat meningkatnya persaingan di pasar mobil, yang secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan. Kinerja operasional bisnis sepeda motor cukup stabil di tengah menurunnya pasar motor secara keseluruhan.

Laba bersih dari divisi otomotif Grup menurun 3 persen menjadi Rp 8,9 triliun karena penurunan penjualan mobil dan tekanan diskon yang muncul dari meningkatnya persaingan. Kinerja dari segmen sepeda motor relatif tidak berubah. Naiknya laba bersih PT Astra Otoparts Tbk 32 persen menjadi Rp 551 miliar tidak cukup untuk mengangkat laba bersih divisi otomotif.

Laba bersih divisi jasa keuangan meningkat menjadi Rp 3,8 triliun dari Rp 789 miliar pada tahun sebelumnya sebagai dampak kembalinya profitabilitas dari Bank Permata serta kenaikan kontribusi PT Astra Sedaya Finance (ASF), PT Federal International Finance (FIF) dan PT Asuransi Astra Buana (AAB). Bank Permata, yang 44,6 persen sahamnya dimiliki oleh Grup Astra, mencatat laba bersih sebesar Rp 748 miliar pada tahun 2017 dibandingkan dengan kerugian bersih sebesar Rp 6,5 triliun pada tahun 2016.

Kontribusi laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat 47 persen menjadi Rp 4,5 triliun. PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5 persen sahamnya dimiliki Grup, melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 48 persen menjadi Rp 7,4 triliun.

Laba bersih dari segmen agribisnis Grup tidak berubah di angka Rp 1,6 triliun. PT Astra Agro Lestari Tbk, yg 79,7 persen sahamnya dikuasai Grup, membukukan laba bersih Rp 2 triliun.

Divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatat rugi bersih Rp 231 miliar, dibandingkan laba bersih Rp 263 miliar tahun sebelumnya.

Laba bersih divisi teknologi informasi naik 1 persen menjadi Rp 198 miliar. Laba bersih PT Astra Graphia Tbk naik tipis menjadi Rp 257 miliar. Sementara itu, untuk Proyek Anandamaya Residences berhasil mendorong pertumbuhan laba bersih divisi properti sebesar 101 persen menjadi Rp 223 miliar.

Grup juga mengembangkan sayap ke sektor teknologi dengan investasi sebesar US$150 juta untuk kepemilikan saham minoritas di Go-Jek pada beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *