OJK Regional 6 Melaporkan Kredit UMKM Masih Berkutat di Sulsel

0
images

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) melaporkan, perkembangan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Sulampua pada Januari 2018 masih berkutat di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp35,2 miliar.

Kepala Bagian Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Regional 6 OJK Sulampua Andi Muhammad Yusuf mengatakan perkembangan kredit UMKM Sulsel itu begitu jauh meninggalkan provinsi lannya di wilayah Sulampua.

“Sulsel menguasai dengan total sebesar Rp35,236 miliar sepanjang Januari 2018, disusul kemudian Papua yang berada di peringkat kedua dengan nilai Rp9,538 miliar,” katanya di Makassar, Kamis 1 Maret 2018.

Sementara posisi berikutnya yakni Sulawesi Utara (8,815 miliar), Sulawesi Tengah (Rp8,285 miliar), Sulawesi Tenggara (Rp6,118 miliar), Papua Barat (Rp3,712 miliar), Gorontalo (Rp3,489 miliar), Maluku (2,786 miliar), serta Maluku Utara dengan perkembangan nilai UMKM sebesar Rp1,8 miliar.

Ia menjelaskan, meski mendominasi diawal tahun, namun jumlah atau total anggaran itu mengalami penurunan dibandingkan data Desember 2017 yang berada pada angka Rp36,594 miliar.

“Penurunan yang sama juga dialami Papua yang akhir Desember masih tercatat Rp10 miliar, kini baru tercatat Rp9,5 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Region VI Sulawesi, Maluku, dan Papua Zulmi mengatakan penyaluran kredit di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp131 triliun hingga November 2017.

“Perkembangan industri keuangan di Sulsel cukup bagus, penyaluran kredit mencapai Rp131 triliun per November 2017,” kata Zulmi.

Penyaluran kredit tersebut, kata dia, terdiri dari kredit sektor perbankan sebesar Rp116 triliun, industri keuangan non perbankan Rp12,1 triliun, dan PT Pegadaian sebesar Rp3,1 triliun.

Dana penyaluran kredit tersebut, kata dia, jauh lebih besar dibandingkan dengan dana pihak ke-tiga yang berhasil dihimpun industri jasa keuangan.

Penyaluran kredit ini, kata dia, masih didominasi oleh sektor perdagangan, meskipun sektor pertanian juga telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *