Eks Mentan Anton Apriantono Umumkan Pendirian Dewan Kopi Indonesia

0
dekopi2

Untuk mempopularkan kopi sebagai komoditas unggulan Indonesia dan memajukan industri perkopian, bekas Menteri Pertanian Anton Apriantono membentuk  Dewan Kopi Indonesia (Dekopi). Anton berharap kehadiran Dekopi dapat memajukan perkopian Indonesia. ingin mengembalikam kejayaan kopi nasional.

“Dekopi hadir diharapkan untuk memajukan perkopian Indonesia. ingin mengembalikam kejayaan kopi nasional dengan menyatukan para stakeholder dan pemerintah. Kopi kita terkenal dimana-mana tetapi banyak orang Indonesia yang masih mengkonsumsi kopi rendah ada pula kopi impor,” ujar Anton saat berbicara dalam konferensi pers di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 1 Maret 2018.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tak membantah jika disebut pembentukan Dekopi terlambat , tidak seperti komoditas lainnya yang telah lama membentuk dewan sejenis. Anton menyebut pendirian Dekopi ini dilakukan karena ada produksi kopi Indonesia dibawah Brazil an Vietnam. Padahal Indonesia memiliki bahan baku yang mendukung dapat menghasilkan kopi yang berkualitas.

Dekopi telah dideklarasikan di Yogyakarta pada 9 Desember 2017 lalu, oleh  sejumlah organisasi kopi dan tokoh-tokoh perkopian Indonesia. Kemudian sebagai tindak lanjutnya, diadakan rapat para stakeholder kopi pada tanggal 22 Januari 2018 di Ditjen Perkebunan yang mengesahkan AD/ART serta membentuk Tim Formatur Dekopi. Tim itu sendiri menunjuk Anton Apriyantono sebagai formatur Ketua Umum DPP Dekopi. Dalam waktu kepengurusan Dekopi akan diumumkan.

“Dekopi telah dideklarasikan dan formatur akan diumumkan. Saya sudah ditunjuk jadi ketua umumnya,” ujar Anton.

Rencananya pengumuman kepengurusan DPP Dekopi akan dilakukan pada 11 Maret 2018 mendatang bertepatan dengan Pameran dan Ekspo Kopi Nusantara yang akan diselenggarakan 9 sampai dengan 11 Maret 2018 di Intermark Convention Hall, Serpong.

Selain mengumkan pendirian organisasi, dan meresmikan kepengurusan, Dekopi juga akan mencanangkan Hari Kopi Nasional.

“Agar masyarakat lebih tahu kopi kita. Kopi kita dikenal dimana-mana di sejumlah negara lain tapi masyarakat kita tidak banyak yang tahu. Malah tahunya kopi impor. Betapa kayanya kopi kita dan dikenal dunia, kenapa kita kurang apresiasi,” kata dia.

Untuk itu, nantinya akan diusulkan pula 11 Maret sebagai Hari Kopi Nasional sebagai penanda bangkitnya kopi Indonesia.

Dengan pencanangan Hari Kopi Nasional itu, Dekopi ingin kopi ini salah satu komoditi yang mampu memberikan kesejahteraan bagi pelakunya. Dekopi juga akan usulkan kepada pemerintah 11 Maret menjadi hari kopi nasional.

Di Dekopi berkumpul Coffee Love Indonesia (CLI), Asosiasi Petani Kopi, Asosiaai Kopi Luwak, Asosiasi Kedai Kopi dan para pihak yang berkaitan dengan kopi. Dekopi juga akan mengundang kafe-kafe kopi di Indonesia untuk turut berperan dalam pameran kopi nanti.

Pameran yang bertajuk  Ekspo Kopi Nusantara itu,  akan diselenggarakan Dekopi pada 9 sampai dengan 11 Maret 2018 di Intermark Convention Hall, Serpong. Rencananya pameran itu akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pertanian, dan para pihak terkait lainnya.

Formatur Wakil Ketua Umum DPP Dekopi Gozali Hansen mengatakan, pameran tersebut akan menjadi sarana anggota Dekopi memamerkan komoditas dan produk mereka.

“Untuk acara pameran tersebut akan disediakan booth tenda sebanyak 30 buah, dan akan dimeriahkan dengan tampilan musik tematik serta acara-acara lainnya yang menarik,” ujar Gozali.

Dia berharap akan pameran itu akan menjadi sarana pertemuan para petani, pelaku industri, dan buyer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *