Angkasa Pura Propertindo Siap Lanjutkan Proyek Eksisting
PT Angkasa Pura II ingin mengoptimalkan aaset tanah non produktif, diantaranya dengan mendirikan anak usaha PT Angkasa Pura Propertindo (APP). Tahun ini, APP masih akan fokus menyelesaikan proyek-proyek yang sudah ada. Beberapa proyek tersebut ditargetkan bisa selesai pada tahun ini.
Direktur Angkasa Pura Propertindo Wisnu Raharjo menjelaskan, PT Angkasa Pura II mulai masuk ke bisnis properti sejak acara peluncuran APP pada 7 Oktober 2016 dengan bidang usaha properti, konstruksi, dan sekuriti.
Wisnu merinci beberapa rencana bisnis APP di antaranya pengembangan parkir inap 2 barat Bandara Soekarno Hatta dengan kapasitas mobil mencapai 400 unit. Area parkir tersebut sudah beroperasi sejak 20 April 2017 dan menelan nilai investasi Rp 18 miliar.
Selain itu, AP II juga memiliki proyek pengembangan Hotel Terminal Bandara Kualanamu dengan kapasitas 100 kamar kategori bintang 3.
“Progress fisiknya saat ini sudah 70% dan target soft opening Mei 2018,” ungkap Wisnu.
APP juga mengembangkan SPBU Rest Area di Bandara Soekarno Hatta, dekat danau keluar bandara. SPBU tersebut menggantikan SPBU lama. Luas lahan yang digunakan mencapai 3.000 meter persegi (m²) dengan nilai pengembangan berkisar Rp 15 miliar.
Sampai saat ini progress pembangunan SPBU itu sudah berjalan 35% dan ditargetkan bisa soft opening pada Juni 2018.
Proyek lainnya adalah pengembangan Hotel Terminal 3 Bandara Soetta. Proyek ini terdiri dari atas 125 kamar berbintang 4 dengan nilai investasi Rp 250 miliar. Menurut Wisnu, proyek tersebut memasuki persiapan konstruksi dan ditargetkan bisa soft opening pada April 2019.
APP juga mengembangkan hotel integrated Building Bandara Soetta dengan konsep MICE. Proyek ini berlokasi di dekat stasiun kereta bandara dan memiliki 200 kamar bintang 3 serta multi function hall untuk 700 penumpang. Perusahaan menginvestasikan dana hingga Rp 350 miliar untuk pengembangan proyek yang saat ini sedang dalam tahap persiapan detail design (DED).
Sementara di bidang security, kata Wisnu, saat ini pihaknya tengah menjalani proses penambahan personil yang ditargetkan bisa mencapai 1.000 orang pada tahun 2018.
