Bekraf Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif Wakatobi
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Wakatobi melalui program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON). Pelaksanaan acara ini diawali dengan penandatanganan memorandum of understanding(MoU) dengan Bupati Wakatobi, H. Arhawi.
Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf Endah Wahyu Sulistianti menyampaikan kerja sama yang dijalin dengan Wakatobi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sumbangan ekraf terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) nasional dapat tembus lebih dari Rp1.000 triliun. Kerja sama ini merupakan langkah awal dalam upaya pengembangan ekraf di salah satu kota di Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut. Berbagai kegiatan pengembangan ekraf akan digelar di Wakatobi sehingga diharapkan kreativitas masyarakat bisa tampil di event besar, tidak hanya yang bertingkat nasional tapi juga internasional.
“Saya yakin di Wakatobi, tiga subsektor unggulan, yakni kriya, kuliner, dan fesyen memiliki potensi besar dan sudah dikembangkan. Bekraf, melalui IKKON akan mengirim pendamping yang ahli di bidang pengembangan ekraf untuk mendampingi pelaku di Wakatobi supaya ekraf bisa terus berkembang melalui berbagai pelatihan-pelatihan langsung selama tiga hingga lima bulan dalam program live-in-designer,” ungkap Endah di Aula Pesanggrahan Budaya Taman Motika Wangi-Wangi Selatan, Wakatobi, Senin (5/2) seperti diinformasikan oleh situs resmi Bekraf.
Pada kesempatan tersebut, Endah menggarisbawahi capaian ekraf menurut hasil survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Dia menilai meski ekraf berkembang dan tumbuh dengan pesat, ada tugas-tugas yang harus dilakukan bersama karena masih ada ketimpangan antara Jawa dan Indonesia bagian Timur.
Selain itu, banyak pelaku usaha di subsektor yang sifatnya perorangan dan tidak memiliki badan hukum, padahal pertumbuhan startup companysangat tinggi (19,79%). Subsektor film, seni pertunjukan, desain komunikasi visual, TV radio, serta aplikasi dan permainan memberikan alarm bagi dunia pendidikan supaya lembaga pendidikan di Indonesia yang sifatnya masih konvensional untuk bersiap. Oleh karena itu, diperlukan terobosan baru untuk menyiapkan kurikulum vokasional guna mendukung subsektor tersebut. Pemahaman pelaku mengenai pentingnya peningkatan nilai tambah produk juga harus terus ditingkatkan.
Bupati Wakatobi H. Arhawi mengatakan wilayah kabupaten yang 97%-nya perairan merupakan keunggulan tersendiri untuk Wakatobi sehingga bisa masuk kedalam 10 destinasi wisata Bali Baru. Wakatobi memiliki bentang laut nomor tiga setelah Bali dan Lombok. Selain itu, pemandangan bawah laut Wakatobi merupakan terbaik kedua setelah Raja Ampat.
“Pariwisata tanpa ekraf itu minim daya saing dan begitu pula sebaliknya, ekraf tanpa pariwisata juga akan kehilangan pasar. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan Bekraf ini diharapkan dapat meningkatkan usaha masyarakat di bidang ekonomi kreatif,” ujarnya.
