Indonesia Perkuat Kerjasama Dengan Selandia Baru di Ajang CEO

0
16-51-34-DYon94fVwAAwgEJ

Para pimpinan perusahaan Indonesia dan Selandia Baru bertemu dalam ajang Chief Executive Officer (CEO) Meeting, Senin (19/3).

Pertemuan diadakan di Clifftons Conference, the Majestic Center, Wellington, Selandia Baru. Ajang pertemuan CEO ini bertujuan memperkuat komitmen Indonesia membuka ekspor ke negara dengan pasar yang belum tergarap
(un-tapped country) seperti Selandia Baru.

“Diharapkan momentum ini dapat semakin membuka peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke negara dengan pasar yang belum tergarap seperti Selandia Baru. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan atau transaksi potensial antara pelaku usaha dua negara untuk meningkatkan perdagangan bilateral di masa mendatang,” kata Arlinda di sela-sela pertemuan.

CEO Meeting dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sesi I yang dimoderatori Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Sesi I ini juga diikuti Presiden RI. Sedangkan, sesi II dimoderatori Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Rosan P. Roeslani.

Delegasi Indonesia berjumlah 29 orang yang terdiri atas perwakilan pemerintah, Duta Besar RI Wellington Tantowi Yahya, Ketua KADIN, serta para CEO perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, minyak kelapa sawit, makanan, hingga geotermal.

Sementara itu, delegasi Selandia Baru yang juga berjumlah 29 orang terdiri atas perwakilan pemerintah dan para CEO perusahaan peternakan, pariwisata, hingga energi.

Sebelum CEO Meeting dimulai, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Selandia Baru. Terdapat tiga penandatanganan yaitu antara Kalbe Farma dan Westland Milk Products; Kalbe Farma dan Fonterra; serta Jakarta International College (JIC) dan Auckland University of Technology.

Nota kesepahaman meliputi penjajakan kerja sama bahan baku produk, pengembangan pasar, dan pendidikan.

Indonesia dan Selandia Baru sangat berpotensi meningkatkan hubungan perdagangan di masa depan. Kedua negara berkomitmen mencapai total perdagangan sebesar USD 2,9 miliar atau Rp 40 triliun di tahun 2024.

Hingga Senin (19/3), misi dagang Kemendag ke Selandia Baru telah mencatatkan potensi transaksi USD 9,74 juta, yang dicatatkan dari negosiasi produk kopi, tenaga kerja perkebunan dan permesinan, produk turunan kelapa sawit, pupuk, serta makanan dan minuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *