Melalui Fam Trip, Kemenpar Bidik Wisatawan Mesir
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memantau pergerakan kunjungan wisatawan Mesir ke Indonesia. Tren-nya saat ini kunjungan wisatawan Mesir terus melonjak. Kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memantapkan branding Wonderful Indonesia menyasar pasar Afrika, utamanya Mesir.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menilai kemampuan ekonomi masyarakat Mesir cukup kuat dalam hal belanja wisata.
“Perluasan dan penguatan pasar terus dilakukan. Selain Eropa dan belahan lain, kami juga fokus di Afrika, khususnya Mesir. Posisi Mesir sangat penting. Jumlah kunjungan wisatawan Mesir cukup menjanjikan. Kemampuan ekonomi masyarakatnya juga bagus,” ungkap Niscaya, dalam siaran tertulis yang diterima Redaksi El John News, Rabu, 21 Maret 2018.
Ada kegiatan yang diusung Kemenpar untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan Mesir datang ke Indonesia. Kegiatan hasil kerjasama KBRI Cairo, Mesir ini berupa Fam Trip. Kegiatan jalan-jalan wisata ini akan digelar pada 19 hingga 22 Maret 2018 di Bali dan akan diikuti 6 orang dari Travel Agents dan Tour Operators (TA/TO) asal Mesir. Semua peserta TA/TO merupakan hasil rekomendasi KBRI Cairo.
“Kementerian Pariwisata terus bersinergi dengan KBRI Cairo. Mereka membantu kami mengenalkan eksotismen destinasi pariwisata di Indonesia. Nama-nama yang mengikuti acara ini juga dipilih oleh KBRI Cairo. Sebab, mereka yang lebih tahu detailnya,” jelas Nia.
6 destinasi yang ada di Bali telah disiapkan untuk menyambut ke 6 TA/TO Mesir ini. Selain itu, mereka juga akan diajak menikmati eksotisnya Ubud, Kintamani, dan Tanjung Benoa.
Berada di kawasan terbaik, mereka juga ikut merasakan aktivitas wisata bahari, site visit ke Royal Pita Maya, hingga spa. Nia menerangkan, kerjasama dengan TA/TO asal Mesir diharapkan semakin berpengaruh positif terhadap wisatawan.
“Para peserta ini sangat menikmati suasana di sini. Kami berharap kerjasama ini bisa menaikan lagi jumlah kunjungan wisatawan Mesir ke Indonesia, khususnya di Bali,” terang Nia lagi.
Bali memang jadi destinasi favorit. Sepanjang 2017, sebanyak 7.894 wisatawan Mesir masuk ke Pulau Dewata melalui Bandara Ngurah Rai. Selain Bali, Jakarta juga jadi alternatif destinasi dengan jumlah kunjungan mencapai 5.520 wisatawan. Nia pun mengatakan, masyarakat Mesir yang berkunjung ke Bali untuk beragam tujuan.
“Wisatawan Mesir sangat mengenal kondisi destinasi di Indonesia. Mereka juga sering berkunjung ke Bali. Mereka datang ke Bali itu untuk liburan hingga berbulan madu. Yang jelas, promosi gencar sangat efektif hasilnya,” kata Nia lagi.
Upaya keras menguatkan pasar Mesir memang cukup berhasil. Sampai 2017, jumlah kunjungan wisatawan Mesir mencapai 13.610 orang. Jumlah itu tumbuh sangat besar hingga 78,41% dalam 3 tahun terakhir.
Sebab pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan Mesin berada pada angka 7.376 orang. Nia pun menambahkan, panorama destinasi pariwisata Indonesia menjadi daya tarik kuat.
“Kondisi Indonesia memang sangat berbeda dengan Mesir. Panorama di sini lebih indah dan hijau. Ada hutan hujan tropis, area persawahan, dan curah hujan yang bagus. Kondisi ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Mesir,” lanjutnya.
