Investor Nasional Gelontorkan Rp 2 Triliun Untuk Bangun Kota Pinggir Pantai di Lombok Utara

0
1

Kota Pinggir Pantai atau Water Front City akan dibangun di  Global Hub Kayangan, Lombok utara. Pembangunan itu merupakan investasi dari perusahaan nasional senilai Rp  2 triliun.

Investor nasional akan berinvestasi di Global Hub Kayangan, Lombok Utara untuk membangun Kota Pinggir Pantai (Water Front City). Investor tersebut akan menginvestasikan dana hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan kawasan perkotaan di Global Hub Kayangan.

“Yang paling mungkin itu adalah Water Front City, seperti di Ancol, ada perumahan nanti akan dibuat kota baru. Tapi nanti akan dibangun di pinggir laut. Sudah ada kemarin investornya datang,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ridwan Syah beberapa waktu lalu.

Naum Ridwan masih menyembunyikan nama investor tersebut. Ridwan hanya menyebut investor itu berasal dari Ibukota dan ingin berinvestasi di atas lahan seluas 100 hektar.

Mereka membutuhkan lahan seluas 100 hektare. “Ndak main-main proyek Global Hub ini. Nilai investasinya mungkin sekitar Rp 1 – 2 triliun,” ungkapnya.

Rencannya pembangunan Water Front City akan dilakukan tahun ini. Masalah pembebasan lahan sudah selesai teratasi Selain investor nasional ini, Ridwan mengatakan investor lainnya yang sudah hampir pasti menanamkan modalnya di Global Hub Kayangan berasal dari Rusia, Cina dan Belanda

Yang membedakan hanya di sektor  yang diinvestasikan. Untuk Rusia dan China rencananya akan membangun kilang minyak. Sementara untuk investor dari Belanda, yakni Port of Rotterdam  akan membangun pelabuhan internasional. Dua minggu lalu, investor ini sudah melakukan tinjauan lapangan.

Untuk memulai pembanguna megaproyek Global Hub Kayangan ini, kata Ridwan membutuhkan uang yang sangat besar. Mislanya, untuk pembebasan lahan saja butuh dana yang tidak sedikit.

Dan itu sepenuhnya berasal dari swasta murni, bukan membebani anggaran negara. Pemerintah pusta hanya memfasilitasi terkait dengan regulasi.  “Kalau 1 are saja Rp 6 juta maka satu hektare sebesar Rp 6 miliar. Makanya kita sabar, pelan-pelan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pengelola kawasan yakni PT. Bandar Kayangan internasional (BKI) akan membebaskan lahan seluas 500 hektare. Saat ini, investor yang akan membangun kilang minyak dan pelabuhan internasional sedang menunggu izin lokasi dari Bupati KLU, disamping perizinan-perizinan lainnya di tingkat pusat.  (Sumber NTB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *